Skip to main content

Youtube Rilis 'Copyright Match' untuk Lindungi Hak Cipta, Ini Keunggulannya

youtubee
Ilustrasi (INT)

KABAR.NEWS - Pelanggaran hak cipta sering kali terjadi di Youtube. Karena itu, hal ini mesti dilindungi untuk menghargai konten yang diciptakan melalui upaya kreatif. Dalam waktu dekat, Youtube akan meluncurkan alat bernama 'coyright match' yang memungkinkan pengguna mengetahui apabila konten videonya dicuri dan diunggah ulang oleh pengguna lain.

Setiap kali video diunggah, pemiliki video akan memindai dan melakukan pengecekan apabila konten sudah ada atau memiliki kemiripan dengan video lain yang ada di YouTube.

Anak perusahaan Google ini menyebut sejauh ini pendeteksi hanya bisa membaca video utuh, bukan berupa potongan. Sehingga, keunggulannya, pemilik video tidak lagi membuang-buang waktu untuk mencari video yang dicuri.

"Kita tahu sangat frustrasi ketika konten anda diunggah ke channel lain tanpa seizin anda.  Dan sangat memakan waktu untuk mencari dengan manual video ini," tulis YouTube.

Alat ini akan dikhususkan bagi para penggunan yang telah memiliki pengikut yang mencapai 100 ribu. Apabila terdapat salinan video yang muncul di Youtube, maka kreator konten akan menerima notifikasi.

Setelah itu, kreator bisa memutuskan mengambil langkah apakah menghubungi orang yang membajak konten, atau meminta YouTube untuk menghapus konten salinan.

"Ketika anda meminta untuk menghapus video, anda bisa memberikan waktu selama 7 haru agar penyalin video melakukan koreksi. Permintaan takedown juga akan direview agar sesuai dengan kebijakan hak cipta Youtube," kata Youtube seperti mengutip The Verge.

Meski begitu, layanan penyedia video ini menyarankan penguna untuk mengevaluasi setiap video yang cocok. Evaluasi dimaksudkan untuk memberikan konfirmasi kembali bahwa pengguna memiliki hak atas video tersebut dan benar-benar melanggar hak cipta.

Pengguna harus menjadi orang pertama yang mengunggah video untuk dianggap sebagai pembuat orisinal oleh copyright match. Sehingga jika ada kemungkinan ada orang lain yang menyalin konten video yang sudah lebih dulu tersebar di media sosial, kemudian diunggah ke YouTube sebelum si pemilik melakukannya.

Youtube sebenarnya telah memiliki alat bernama 'Content ID' yang bisa membantu pemilik konten menemukan orang yang menggunakan video tanpa seizin sang pemilik. Sayangnya, kemampuan alat ini lebih terbatas.