YKI Edukasi Pencegahan Kanker di SMA Athirah

*Hadirkan dokter spesialis kanker

YKI Edukasi Pencegahan Kanker di SMA Athirah
Foto bersama Yayasan Kanker Indonesia bersama siswa SMP/SMA Athirah Makassar pada acara sosialisasi pencegahan kanker. (IST/HO)

KABAR.NEWS, Makassar - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) mengingatkan tentang bahaya kanker kepada SMP dan SMA Sekolah Islam Athirah Makassar. 


Ketua Umum YKI Cabang Sulsel Liestiaty Fachrudin Nurdin mengatakan, sosialisasi ini menghadirkan  dokter spesialis kanker untuk menjelaskan bagaimana penanganan kanker secara dini. 


"Jadi Alhamdulillah pada hari ini Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sulawesi Selatan hadir di Sekolah Islam Athirah. Ini yang hadir adalah anak-anak SMP, SMA dan orangtua murid," kata Liestiaty F Nurdin, usai kegiatan sosialisasi tersebut, Selasa (30/8/2022).


Menurut Lies Nurdin, orangtua harus mengajarkan anak-anaknya agar tidaj jajan sembarangan, apalagi yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya bagi tubuh, terutama soal kanker. 


"Alhamdulillah tadi dokter Nani menjelaskan bagaimana bahaya kanker, bagaimana kita menghindari kanker dengan memperhatikan kualitas makanan. Karena ini anak-anak kita harus tekankan bagaimana anak-anak menghindari makanan-makanan yang siap saji," jelasnya. 


Istri Nurdin Abdullah ini menjelaskan, sosialisasi dan pencegahan kanker kepada semua usia merupakan tanggungjawab YKI. Terutama kepada anak-anak perempuan agar bisa terhindar dari kanker payudara dan kanker serviks. 


"Alhamdulillah kami memang punya tugas untuk selalu mensupport, menyampaikan kepada masyarakat, apalagi kepada anak sekolah supaya bisa mengetahui apa penyebab kanker," urainya. 


Lies Nurdin berharap kepada orangtua murid yang perokok aktif, agar tidak merokok di depan istri dan anaknya. Dia menyebut perokok pasif lebih berbahaya untuk kesehatan paru-paru. 


"Orangtua atau bapak yang merokok itu pasti berdampak kepada istri dan anak-anaknya, karena mereka menjadi perokok pasif, mungkin bapaknya sehat, tapi perokok pasif itu dampaknya lebih berbahaya bisa menjadi penyakit kanker paru pada keluarga," tuturnya. 


Sementara itu, Dokter Nani Djufri saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi penyakit kanker dan pentingnya pemenuhan gizi bagi pelajar di Sekolah Islam Athirah. 


"Mudah-mudahan anak-anak ku sekalian suka makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Karena itu adalah sesuatu yang sehat dan memang dibutuhkan oleh tubuh kita," kata Nani Djufri 


Untuk itu, Nani mengajak seluruh peserta didik Sekolah Islam Athirah agar sama-sama melawan bahaya kanker dengan tidak sembarang makan siap saji, konsumsi minuman beralkohol dan tidak merokok. 


"Pada hari ini saya mengajak untuk sama-sama melakukan perlawanan terhadap bahaya kanker. Setop kanker," tandas Nani. 


Sejauh ini berdasarkan data pertahun jumlah kematian manusia karena rokok sudah mencapai 3.501 orang, sedangkan kematian akibat konsumsi alkohol mencapai 1.5 juta orang di dunia.