Skip to main content

Wisuda 745 STIE-STIKIP YPUP, Prof Jasruddin: Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (STIE STKIP YPUP)  menggelar Rapat senat terbuka luar biasa wisudah sarjana ke-35 dan pasca sarjana ke-18 Tahun akademik 2018/2019 di Balai Prajurut Jendral M.Yusuf Jl Jendral Sudirman Makassar, Selasa (19/2/2019).(KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)


KABAR.NEWS, Makassar - Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP) melaksanakan wisuda sarjana ke-35 dan Pascasarjana ke-18 yang digelar di Gedung Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Jl Jenderal Sudirman Makassar, Selasa (19/2/19).


Wisuda Sarjana dan Pascasarjana yang dihadiri 745 peserta wisudawan dan wisudawati ini dengan mengangkat tema "Peran SDM dan Pendidikan Karakter Dalam Era Revolusi Industri 4.0".


Baca Juga:
 


Ketua Dewan Pembina YPUP, Agus Rahim mengatakan, YPUP merupakan bagian dalam industri pendidikan.


"Kita harus melakukan proses dengan baik sehingga menghasilkan lulusan sarjana yang betul-betul berkualitas," terangnya.


Ia juga mengimbau kepada para dosen untuk lebih meningkatkan proses belajar mengajar di kampus itu sendiri.


"Saya harap ini bukan akhir dari proses perjalanan kita, melainkan kita harus lenih mengembangkan ilmu lagi, dari yang S1 lanjut ke S2, yang S2 bisa lanjut ke S3," terangnya.


Ia berharap, para wisudawan dapat mengembangkan kompetensinya masing-masing agar dapat bermanfaat.


Sementara itu, Koordinator Kopertis wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof Dr Jasruddin berharap lulusan sarjana dan pascasarjana kali ini agar mengubah paradigmanya untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Prof Jasruddin meminta kepada orang tua alumni untuk tidak melarang anak-anaknya mencari kerja di luar negeri, ungkap Prof Jasruddin.


"Saya juga berharap, mereka bekerja bukan hanya di dalam negeri, melainkan dapat bekerja hingga keluar negeri," ucapnya.


Ia menambahkan, menjadi sarjana memiliki tanggungjawab yang besar karena mereka tergolong masyarakat yang punya intelektual yang seharusnya dapat dipergunakan sebaik-baiknya.


"Tanggungjawab kepada keluarga yang membuat mereka menjadi sarjana, tanggungjawab kepada almamater, dan yang terpenting tanggungjawab kepada bangsa dan negara," imbuhnya.


Ia menatap, keterampilan dan cara berpikir yang baik merupakan kunci utama untuk sukses.

 

"Kalau itu hanya diukur dalam IPK, hari ini tidak terlalu banyak manfaatnya, hasil penelitian menujukkan bahwa kesuksesab seseorang bukan dari IPK, tetapi dari soft skill yang baik, kejujuran, kedisiplinan, mampu bekerja lebih keras, justru itu yang membuat mereka sukses jika keluar dari kampus," terangnya.


Jasruddin mengatakan, pegawai honorer gajinya rendah serta hanya Tuhan yang tahu kapan di bayarnya, tandas mantan Direktur PPs-UNM.


"Wisudawan yang tidak dapat pekerjaan ciptakan lapangan kerja," terangnya.


Wisudawan ini diperhadapkan dengan era Revolusi Industri 4.O dimana persaingan kerja bukan hanya sesama pencari kerja tetapi juga dengan mesin-mesin yang dikendalikan robot.

  • Ratih Sardianti Rosi

 

loading...