Skip to main content

"Welcome Back IAS!"

Welcome Back IAS!
Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin di Lapas Klas IA Makassar beberapa waktu yang lalu. (KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS, Makassar - Mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pada Senin (15/7/2019) hari ini resmi bebas dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar.


IAS menghirup udara bebas dari luar blok tipikor Lapas Klas IIA Makassar pada pukul 03.00 WITA dini hari. Dari foto yang beredar di media sosial, IAS dijemput sang Istri Aliyah Mustika Ilham dan sejumlah warga Kota Makassar.


Beberapa jam sebelum IAS bebas, Aliyah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi support moral selama suaminya tersebut dipenjara.


"Tabe.. Inshaa Allah besok subuh (hari ini, re) IAS dinyatakan BEBAS.. Sy pribadi bersm anak" ucapkan banyak TKSH atas segala PERHATIAN , BANTUAN baik MORIL maupun MATERIL thdp KAMI serta SPIRIT selama 4 thn KAMI menjalani cobaan hidup yg cukup berat ini. ALLAH SWT yg akan membalas BUDI BAIKTa.. Aamiin YRA," tulis Aliyah pada unggahan di laman facebooknya, Minggu (14/7/2019).


Dari informasi yang dihimpun, setelah bebas, IAS bersama keluarga dan simpatisan bertolak ke Masjid Amirul Mukminin atau masjid terapung, Jalan Penghibur, untuk Salat Subuh berjamaah.


 


Kasus Hukum IAS: Dari Penjara ke Penjara


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan IAS sebagai tersangka pada Mei 2014 atau sehari setelah dia mangkat sebagai Wali Kota Makassar.

 

IAS harus berada di balik jeruji besi karena terbukti bersalah dalam kasus kerjasama kelola dan transfer instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun 2007-2013. Kasus ini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang mengadili perkara IAS, memvonis mantan politisi Partai Golkar itu dengan hukuman 4 tahun penjara pada 29 Februari 2016.


Tak terima dengan vonis Hakim Pengadilan Tipikor, IAS bersama kuasa hukum mengajukan banding. Namun pengadilan tinggi justru menambah hukuman IAS menjadi 6 tahun penjara.


Setelah itu, pada Juli 2016, IAS mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis PT DKI Jakarta ke Mahkamah Agung (MA). Tapi, hakim MA yang memimpin PK IAS yaitu Artidjo Alkostar, menolak permohonan tersebut dan tetap kembali pada hukuman 4 tahun penjara.


Sebelum menghuni blok tipikor Lapas Klas II A Makassar dan menghirup udara bebas hari ini, IAS terlebih dulu menjalani tahanan 20 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang terletak di Pomdam Jaya Guntur.

 

Setelah divonis empat tahun penjara, IAS melalui masa hukuman kurang-lebih tiga tahun di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.


Kini, "Aco" sapaan IAS, kembali menjalani aktivitas normal sebagai warga biasa Kota Makassar. Prestasi putra Mantan Bupati Gowa itu tetap menjadi memori kolektif warga Kota Daeng. Welcome Back IAS!

 

loading...