Skip to main content

Warga Parepare Diimbau Tak Salat Berjemaah di Masjid

Warga Parepare Diimbau Tak Salat Berjemaah di Masjid
Ratusan polisi mendirikan salat secara berjemaah saat pengamanan demo menolak RUU KPK di tengah Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, 24 September 2019. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Parepare - Umat muslim di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, kembali diimbau untuk meniadakan sementara pelaksanaan salat Jumat di masjid-masjid dan diganti dengan salat Zuhur di rumah masing-masing.


Imbauan tersebut diterbitkan Pemkot Parepare pada 30 Maret 2020, didasarkan pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan surat edaran Gubernur Sulsel dalam upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Parepare.


Baca juga: Pasien Covid-19 yang Sembuh di Sulsel Kini Berjumlah 8


Sekda Kota Parepare Iwan Asaad mengatakan, selain imbauan peniadaan sementara salat Jumat di masjid, Pemkot juga mengimbau agar kegiatan pengajian, peringatan Isra Mikraj yang potensi berkumpul banyak orang untuk sementara waktu agar tidak dilaksanakan.


“Kami juga memberikan imbauan kepada umat Nasrani, Hindu, Budha, Konghucu di Parepare agar pelaksanaan ibadah secara tatap muka diganti dengan pemanfaatan teknologi digital dan media sosial,” imbau Iwan Asaad di Parepare, Rabu (1/4/2020).

 

Imbauan lainnya agar seluruh pengurus masjid se-Kota Parepare untuk menghentikan sementara kegiatan Jemaah Tabligh atau kelompok jemaah yang ingin melakukan Itikaf atau berdiam diri di masjid.


Baca juga: Keluarga Menguatkan dan Perawat Mendukung, Pengakuan 4 Pasien yang Sembuh dari Corona


Pemkot Parepare, kata Iwan, akan sewaktu-waktu mengevaluasi imbauan ini sesuai dengan situasi penyebaran virus corona di kota kelahiran BJ Habibie ini.


"Mari kita tetap menjaga dan memelihara kebersihan diri dan lingkungan serta memperbanyak doa agar dapat terhindar dari wabah Covid-19,” harap Iwan yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Parepare.


Penulis: Arsyad/C

 

Flower

 

loading...