Warga Jeneponto Keluhkan Truk Pengangkut Timbunan Tanpa Penutup

Menganggu pengguna jalan

Warga Jeneponto Keluhkan Truk Pengangkut Timbunan Tanpa Penutup
Salah satu mobil truk pengangkut timbunan yang melintas di jalan utama di Kabupaten Jeneponto, Senin (13/9/2021). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Banyaknya mobil truk pengangkut material tanpa bak penutup dikeluhkan sejumlah warga di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, khususnya mereka yang tinggal di pusat ibu kota Jeneponto.


Pantauan KABAR.NEWS, Senin (13/9/2021), truk tanpa penutup pada bak itu didominasi melintas di area pusat pemerintahan. Tampak, keberadaan truk yang mengangkut material seperti pasir dan tanah timbunan sangat menggangu pengendara lainnya.


Material yang dibawa rawan jatuh dan membahayakan pengendara lain. Para pengendara khususnya pengendara sepeda motor terpaksa berhati-hati jika sejalur dengan truk tersebut.


Hal itu dirasakan oleh Nasrullah. Warga di Jalan Pammanjengan, Kelurahan Bontotangnga, itu berpendapat semestinya truk itu harus memakai terpal.


"Bagi para sopir mobil truk khususnya yang mengangkut pasir maupun timbunan, itu sangat menganggu kami sebagai pengendara," ujarnya kepada KABAR.NEWS saat ditemui di tepi jalan.


Dia menilai, banyak truk yang membawa pasir maupun timbunan mengambaikan keselamatan pengendara lain.


"Sangat berbahaya kalau tak menutup muatanya dengan terpal, bagaimana kalau pasir atau timbunan itu berjatuhan ke aspal, itu kan bisa saja menjadi penyebab kecelakaan karena aspal jadi licin," jelasnya.


Terpisah, Kanit Turjawali Satlantas Polres Jeneponto Ipda Baharuddin mengatakan, pihaknya sudah berulang kali menindak mobil truk tak menggunakan penutup bak.


"Kalau masalah itu kita sudah mengimbau para pengusaha untuk menutup menggunakan terpal dan itu sudah ada beberapa kita tindak," kata Baharuddin.


Namun lagi-lagi, masih saja ditemukan sopir truk yang membandel. Untuk itu, ke depan pihaknya tak segan-segan melakukan penertiban.


"Kalaupun masih ada kita temukan, pasti akan ditertibkan. Sebab  itu pelanggaran dan rawan kecelakaan," pungkasnya.


Penuli: Akbar Razak/B