Warga Gowa Tenggelam di Sungai Jombe Jeneponto Ditemukan Meninggal Dunia

Setelah dua hari pencarian

Warga Gowa Tenggelam di Sungai Jombe Jeneponto Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi terhadap jasad Liwang yang tenggelam di Sungai Jombe, Jeneponto, Minggu (14/11/2021). (IST/HO)

KABAR.NEWS, Jeneponto - Jasad Liwang (40) warga Bae-Bae, Desa Pencong, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan, Minggu (14/11/2021). Liwang tenggelam di sungai Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, saat pergi memancing ikan.


Korban ditemukan Timsar bersama warga dalam keadaan tidak bernyawa dan mengapung tidak jauh dari tempat korban dilaporkan tenggelam pada Kamis (11/11/2021).


Koordinator Basarnas Bantaeng Hamka mengatakan, jasad Liwang ditemukan setelah timnya bersama warga melakukan pencairan selama dua hari. Korban ditemukan tak jauh dari lokasi perkiraan awal dia dinyatakan hilang.


"Kita temukan di Sungai Jombe sekitar pukul 11.47 wita dan radiusnya sekitar 500 meter dari lokasi kejadian," ujar Hamka kepada KABAR.NEWS.


Hamka menjelaskan hari pertama melakukan pencarian korban, Basarnas Bantaeng menurunkan dua perahu karet untuk menyisir sungai.


"Untuk penyisiran hari pertama kita menggunakan 2 perahu karet dari basarnas dan BPBD setempat. Menyisir mulai dari perkirakan terjatuhnya korban sampai ke bendungan PDAM," ungkapnya.


Selain itu, kata dia, pihaknya tak menurunkan tim penyelam lantaran kondisi cuaca tak mendukung. Ditambah, air sungai kadang tiba-tiba naik.


"Untuk penyelam kita tidak turunkan karena dari pihak basarnas dan timsar gabungan karena mengingat kondisi cuaca air kadang tiba-tiba naik. Itu bisa membahayakan seorang penyelam," terangnya.


Sementara itu, Kepala Desa Jombe, Jusmaedy Temba mengimbau kepada warganya untuk berhati-hati dalam menghadapi kondisi cuaca saat ini.


"Saya sebagai kepala Desa Jombe menghimbau kepada warga agar berhati-hati melakukan aktivitas. Khususnya bagi warga yang tinggal di sekitaran sungai," ucapnya.


Senada dengan Kapolsek Binamu Iptu Baharuddin juga meminta kepada warga untuk agar kiranya berhati-hati melakukan aktivitas di luar rumah.


"Tepatnya ditemukan korban ini di sungai Jombe maka saya selaku Kapolsek Binamu mengimbau kepada masyarakat Jombe dan sekitaranya agar berhati-hati memasuki musim penghujan," pintanya.


Dia menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini tak bisa diprediksi yang terkadang hujan turun deras kadang pula sedang. Apalagi, kata dia, Jeneponto sudah pernah diterpa bencana banjir hingga menelan korban jiwa. 


"Yang kedua, kita sudah pernah beberapa tahun lalu tiba-tiba datang banjir bandang melululantangkan fasilitas di Desa Sapanang;" pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A