Wali Kota Makassar Akan Tunjuk Kepala RPH Manggala

Danny Pomanto akan melihat apa saja kekurangan RPH peninggalan era Nurdin Abdullah.

Wali Kota Makassar Akan Tunjuk Kepala RPH Manggala
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat menerima kunjungan Kepala Dinas Peternakan Sulsel, Abdul Aziz. (Foto: Humas Pemkot Makassar)












KABAR.NEWS, Makassar -  Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto akan segera menunjuk Kepala Pengelola Khusus Rumah Potong Hewan (RPH) Manggala. Sebelum menunjuk kepala pengelola, Danny Pomanto akan lebih dahulu meninjau RPH Manggala pada Rabu (10/3/2021). 

Danny mengaku kunjungannya besok terkait peninjauan langsung kesiapan RPH modern di Tamangapa Raya Kecamatan Manggala. Nantinya, dirinya akan mempelajari kekurangan RPH modern Manggala. 

“Kita mau lihat apa saja yang masih kurang dan perlu dibenahi,” ucap Danny. 

Untuk lebih memaksimalkan kinerja RPH modern tersebut, Danny segera akan menunjuk kepala pengelola khusus RPH Manggala. 

“Kita akan segera menunjuk pengelola khusus, untuk membuat RPH menjadi lebih optimal baik dari hulur hingga hilirnya,” jelasnya.

Danny juga menyarankan agar di RPH tersedia lengkap berbagi model alat pemotongan.

“Di sana (RPH) harus lengkap model alat pemotongannya. Mulai dari segi empat, persegi,kecil. Khusus buat bakso, konro. Kalau perlu itu semua ada disana,” imbunya. 

Sementara, Sekretaris Dinas Provinsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Muas menambahkan pihaknya terus melakukan kordinasi dengan Wali Kota Makassar terkait pengoperasian RPH di Manggala. 

“Hari ini saya mengunjungi Walikota Makassar untuk melakukan kordinasi. Alhamdulillah pak wali kooperatif sekali menanggapi. Kita tunggu finalisasinya, apalagi sudah mau menunjuk pengelola,” ungkapnya.

Katanya, dalam sehari RPH ini ditargetkan bisa memotong 100 ekor sapi. Dengan jumlah itu, ia optimis bisa memenuhi kebutuhan daging warga Kota Makassar maupun daerah lain di Sulsel. 

RPH modern tersebut merupakan kolaborasi antara pemkot Makassar dengan Pemprov Sulsel. Pemkot menyediakan lahan seluas 5 hektare sementara Pemprov Sulsel membangun gedung dan pemerintah pusat menyediakan alatnya.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/C