Skip to main content

Wagub Andi Sudirman Sebut Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bebani APBD Sulsel

BPJS Kesehatan
Wakil Gubernur Provinsi Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (kiri) pada Forum Kemitraan Pemangku Kepentingan Bersama BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Rabu (4/9/2019). (KABAR.NEWS/Chaidir)

KABAR.NEWS, Makassar - Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menilai, kenaikan iuran BPJS Kesehatan bakal membebani APBD. Sebab sesuai instruksi Presiden, kenaikan itu dibebankan kepada daerah dengan anggaran Rp190 Miliar.

 

"Sebenarnya kenaikan iuran BPJS akan membebani APBD kami," ujar Andi Sudirman Sulaiman dalam Forum Kemitraan Pemangku Kepentingan Bersama BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Rabu (4/9/2019).

 

Terlebih menurutnya saat ini, ada anomali data dimana APBD  telah menanggung 1,7 juta warga miskin, tapi belakangan laporan menyebut bahwa masih ada 200 ribu warga miskin Sulsel yang belum terintegrasi di BPJS Kesehatan.

 

"Ini kita temukan ada anomali, dari 1,7 juta orang kita tanggung, malah masih ada temuan 200 ribu orang miskin yang tidak tercover," katanya di hadapan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartramal, Donni Hendrawan.

 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengusulkan kenaikan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan untuk semua kategori. Kenaikan ini disebut demi menutupi defisit keuangan BPJS Kesehatan. 


Chaidir/CP/B

 

loading...