Skip to main content

Viral! Video IRT Aniaya Anak Kandung Hanya karena Tak Ingin Makan

Viral! Video IRT Aniaya Anak Kandung Hanya karena Tak Ingin Makan
Adegan kekerasan yang dilakukan seorang IRT di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

KABAR.NEWS, Sinjai - Sebuah video yang memperlihatkan tindak kekerasan seorang ibu terhadap anak kandungnya menjadi viral di media sosial dan disebar di grup-grup WhatsApp komunitas di Kabupaten Sinjai, Minggu (14/4/2019).


Dalam adegan pada video itu, nampak seorang ibu yang tengah memberi makan bubur kepada anaknya dengan cara kekerasan, dikarenakan si anak enggan makan.


Baca juga: Video: "Ritual" Subuh di Lapangan Pancasila Palopo

Pada video itu, juga terlihat si anak dalam posisi terlentang sesekali perempuan yang di dalam video memaksa memasukkan bubur di mulut dengan mengunakan tangan. 


Karena balita tersebut menangis, kemudian ibu ini menutup badan dan wajah anaknya mengunakan bantal. Kemudian sempat terlihat dalam video, ibunya memukul mulut anaknya sebanyak 2 kali sembari menggerutu.


Informasi yang dihimpun KABAR.NEWS, kekerasan ibu terhadap anaknya di video tersebut terjadi di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).


Diketahui, nama ibu itu bernama Indah, dia memiliki 3 orang anak yang masih duduk di PAUD, sementara suaminya berkerja sebagai pelaut.



Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB), Mas Ati, yang dikonfirmasi awak media membenarkan hal itu, kejadian tersebut pada Kamis 11 April 2019 lalu dan saat ini Indah dan anaknya sudah meninggalkan Sinjai ke keluarganya di Pulau Selayar.


"Indikasinya adalah akibat sang anak malas makan. Kemudian Ibu itu sangat ingin melihat anaknya makan, namun cara memberikannya makan itu yang salah dan mungkin terlihat kasar," katanya, saat dihubungi KABAR.NEWS, Minggu (14/4/2019).


Baca juga: Video: Bupati Luwu Utara Turut Merasakan Terjalnya Jalur Darat ke Seko

Lanjut, Mas Ati, pihaknya akan menyikapi kasus tersebut, karena dia warga Sinjai, ia mengatakan kasus seperti ini pertama kalinya di kabupaten Sinjai pada tahun 2019.


"Ini harus dioptimakan setelah pemilu kami sudah sampaikan kepada Ibu Desa untuk hadirkan seluruh perangkat Ibu-ibu untuk duduk bersama mereka untuk diberikan arahan, pembinaan terkait strategi pemenuhan hak anak dan melindunginya," jelasnya.