Viral Pengakuan Perempuan Korban Rudapaksa Sekuriti Menara Bosowa Makassar

Polrestabes Makassar menyebut kasus tersebut sudah masuk penyidikan.

Viral Pengakuan Perempuan Korban Rudapaksa Sekuriti Menara Bosowa Makassar
Ilustrasi pemerkosaan. (Foto: Internet)






KABAR.NEWS, Makassar - Jagad maya di Sulawesi Selatan (Sulsel) dihebohkan dengan munculnya sebuah video pengakuan seorang karyawan wanita berinisial AA mengaku menjadi korban rudapaksa atau pemerkosaan seorang sekuriti Menara Bosowa, Makassar. Pengakuan AA kini viral di media sosial (medsos) yang diunggah pertama kali oleh akun instagram @info.bulukumba.

Dalam pengakuannya korban meminta polisi mengusut kasus ini karena sudah dilaporkan sejak empat bulan lalu. Dalam video yang viral itu, terlihat AA sedang memakai jilbab hitam dan baju berwarna orange mengaku jadi korban rudapaksa oleh sekuriti inisial R.

"Saya sudah melakukan pelaporan ke polisi dan ini buktinya (memperlihatkan bukti laporan polisi). Kenapa saya buat video ini, karena saya mau ada kejelasan dari kasus saya, karena hasil visum tidak pernah diberikan atau diperlihatkan penyidik," ujar AA dalam rekaman video yang viral tersebut, pada Kamis (25/3/2021).

AA juga meminta kepolisian segera mengusut kasus ini dengan menangkap pelaku menurutnya ampai saat ini masih berkeliaran.

"Mengenai (maksud pembuatan) video ini, saya mohon polisi menyelesaikan kasus ini agar pelaku yang sampai sekarang masih berkeliaran bisa ditangkap secepatnya, terimakasih," kata AA.

AA sendiri telah membenarkan bahwa pengakuan dirinya di video viral tersebut memang benar adanya. Dia kembali memperlihatkan laporan polisi miliknya dengan nomor: B/2120/XI/RES 1.4/2020 /Reskrim.

"Iya Kak, benar (pengakuan dalam video viral itu benar)," jelas AA saat dimintai konfirmasi lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Besar Makassar, Komisaris Agus Khaerul mengatakan status kasus yang dilaporkan AA disebut sudah naik ke tahap penyidikan. Ia menambahkan saat ini kasus tersebut tinggal menunggu pelimpahan ke jaksa penuntut umum (JPU).

"Laporannya sudah ditindaklanjuti dan sudah tahap penyidikan. Selanjutnya penyidik akan rampungkan berkas perkara dan limpahkan ke JPU (jaksa penuntut umum)," ucap Agus.

Penulis: Reza Rivaldy/B