Vietnam Dihantui Topan Vamco yang Tewaskan 53 Warga di Filipina

kecepatan angin hingga 165 kilometer per jam (103 mph)

Vietnam Dihantui Topan Vamco yang Tewaskan 53 Warga di Filipina
Dampak kerusakan Topan Vamco di Filipina. (Phillipina Star)

KABAR.NEWS - Vietnam bersiap menghadapi Topan Vamco yang diperkirakan menerjang pantai tengah negara itu pada Sabtu pagi. Sementara korban tewas di Filipina akibat topan paling maut di negara itu bertambah menjadi 53 orang.

Dengan kecepatan angin hingga 165 kilometer per jam (103 mph), Vamco diperkirakan akan mencapai sebagian besar pantai Vietnam, dari Ha Tinh hingga Provinsi Quang Ngai. Demikian kata badan cuaca pemerintah, Sabtu.

"Ini adalah topan yang sangat kuat," kata Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc.

 
Ia memperingatkan provinsi-provinsi di jalur yang akan diterjang Topan Vamco untuk bersiap menghadapi dampaknya.

Provinsi-provinsi tersebut berencana untuk mengevakuasi 468.000 orang pada Sabtu, media pemerintah mengutip pernyataan otoritas manajemen bencana pemerintah.

Vietnam rentan terhadap badai dan banjir yang merusak karena garis pantainya yang panjang. Vamco tahun ini akan menjadi badai ke-13 yang melanda negara Asia Tenggara itu, tempat sudah lebih dari 160 orang tewas dalam bencana alam yang dipicu oleh serangkaian badai sejak awal Oktober.

 
"Tidak ada jeda bagi lebih dari delapan juta orang yang tinggal di Vietnam tengah," kata Nguyen Thi Xuan Thu, Presiden Palang Merah Vietnam, dilansir Antara.


"Setiap kali mereka mulai membangun kembali kehidupan dan mata pencaharian mereka, mereka dihantam lagi oleh badai," lanjutnya.

 Di Filipina, dinas penjaga pantai dan badan-badan bencana bergegas untuk menyelamatkan ribuan orang di provinsi utara setelah Vamco, topan ke-21 yang melanda Filipina tahun ini, menghantam pulau utama Luzon pada Rabu, 11 November 2020 malam dan Kamis 12 November 2020 pagi.

Topan Vamco telah menewaskan sedikitnya 53 orang, melukai 52 orang, dan menyebabkan 22 orang hilang di Filipina, menurut kepolisian dan militer Filipina.