Video Viral Perundungan Siswa di Bantaeng Berawal dari Saling Ejek

Menurut kepala sekolah

Video Viral Perundungan Siswa di Bantaeng Berawal dari Saling Ejek
Lokasi perundungan pelajar di Kabupaten Bantaeng, Sulsel. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)







KABAR.NEWS, Bantaeng - Video seorang siswa perempuan mengalami pengeroyokan atau perundungan oleh siswa lain di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjadi viral di media sosial.


Video itu berdurasi 1 menit 32 detik diketahui melibatkan dua siswa SMA Negeri 4 Bantaeng. Dalam video tampak ada dua ABG yang berhadapan dengan seorang gadis berbaju putih. Spontan video tersebut pun menuai komentar dan tanggapan para warganet.


Kepala Sekolah SMA 4 Bantaeng Syafruddin membenarkan kejadian perundungan itu melibatkan dua anak didiknya yang berperan sebagai korban dan pelaku.


Menurut dia, insiden itu terjadi di depan sekolah dasar (SD) 5 Lembang Cina, Kelurahan Palantikang, Bantaeng, Sulsel, pada Minggu (20/9/2021). Namun berasa di luar jam pelajaran atau waktu sore hari.


"Terkait di video benar saya punya siswa," ujar Syafruddin kepada KABAR.NEWS di Bantaeng, Kamis (23/9/2021).


Menurut dia, peristiwa tersebut berawal dari saling ejek antar siswa. Dia bilang, siswa yang mengalami perundungan itu bernama A (15) kelas I SMA. Sedangkan yang memukul bernama J (17) kelas 3 SMA dan inisial A (15) siswa kelas 1 SMP.


"Yah masalah ejek saling mengejeklah antara siswa. Seperti yang kita lihat di video itu," jelasnya.


Dia mengatakan pihak sekolah saat ini tengah berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada masing-masing orang tua siswa yang terlibat dalam aksi perundungan tersebut.


"Insya Allah kita akan mencoba mempelajari kemudian mendampingi mengedukasi semua pihak yang terlibat terutama pada keluarga kita akan pertemukan. Mudah-mudahan dengan pendekatan yang humanis dan kekeluargaan bisa seselai dengan baik," ungkapnya.


Dia baru mengetahui adanya aksi ini setelah pihak orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Polres Bantaeng. "Saya dengar informasinya pihak orang itu sudah melapor ke pihak kepoliasian. Sshingga kita ikuti pengembangannya seperti apa," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A