Video Viral, Pengeroyokan ABG Diduga Terjadi di Bantaeng Sulsel

Melibatkan tiga remaja

Video Viral, Pengeroyokan ABG Diduga Terjadi di Bantaeng Sulsel
Salah satu adegan pengeroyokan remaja yang terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulsel. (Screen shot/KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Bantaeng - Video pengeroyokan remaja perempuan menjadi viral di media sosial. Insiden ini diduga kuat terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.


Dari video yang dilihat KABAR.NEWS pada Kamis (23/9/2021), dialog ketiga anak baru gede (ABG) tersebut menggunakan dialek dan bahasa lokal Bantaeng. 


Awalnya, video berdurasi 1 menit 32 detik itu memperlihatkan dua ABG yang berhadapan dengan seorang gadis berbaju putih. Usia mereka diperkirakan 15 sampai 17 tahun.


Si gadis berbaju putih itu mengaku hendak pulang ke rumahnya dengan membawa sepatu sekolah dan kantong plastik. Namun, saat hendak pulang, tepatnya di depan salah satu SMA di jalan Merpati, ia lantas dihadang oleh dua ABG. 


Dalam video itu, tampak ABG berkerudung hitam menjambak dan menampar muka gadis berbaju putih itu atau korban. Rekan satunya yang tak memakai kerudung juga ikut menampar.


Sontak saja, korban langsung merintih kesakitan dan sempat terpental ke belakang. "Weh jangan main berkeroyok," kata korban dalam video tersebut.


Tak sampai di situ, seorang perempuan yang merekam aksi tersebut juga ikut memprovokasi kedua ABG. Bahkan, ia juga membela rekannya dengan cara membandingkan kecantikannya.


"Tempeleng mi donggo (tampar sudah, red). Cantikan jako cika astaga (kamu jauh lebih cantik dari dia-red)," kata perempuan yang merekam video menggunakan dialek setempat. "Iyo astaga masih kalah jauh banget," jawab si gadis berbaju kaos hitam.


Korban terus berkata jika dirinya akan pulang. Namun, lagi-lagi ABG berbaju kaos hitam tak memperdulikan ucapannya. Ia lantas merebut kantong plastik yang dibawa perempuan berbaju putih tersebut.


"Di mana rumah mu?" tanya remaja berbaju hitam sambil mengayunkan tangannya. Si gadis berbaju putih itu berkata jika dirinya tak ingin berkelahi karena mengingat pesan orang tuanya. 


"Tidak mauja berkelahi, tidak mauka cari masalah na bilang mama ku," kata korban. Namun, ia tetap saja dipukuli. Sesekali ia menepis tamparan dari ABG berbaju kaos hitam tersebut. "Jangan ko tahan tangan ku," kata si ABG berbaju kaos hitam tersebut.


Berselang beberapa menit, kedua ABG tersebut langsung mengeroyoknya. Mereka terlihat memukul dengan cara membabi buta. Gadis berbaju putih tersebut terlihat menunduk ke tanah sambil dipukuli hingga ditendang. Matanya pun berkas-kaca.


Hingga berita ini ditayangkan, polisi belum memberi keterangan terkait perkelahian remaja di Bantaeng. 


Penulis: Akbar Razak/B