Skip to main content

Video Game Kekerasan Picu Agresi Fisik Anak-anak, Ini Penjelasannya

a
Ilustrasi anak-anak di Asia bermain video game sebagai hobby. (INT/huffingtonpost)

KABAR.NEWS - Bermain video game memang menjadi sarana hiburan bagi anak - anak dan orang dewasa. Baik melalui sarana smartphone mau pun perangkat teknologi video game lainnya.

Tapi, ada efek psikis yang membahayakan bagi anak - anak apabila mereka sering bermain video game jenis kekerasan. Efek psikis itu adalah agresi fisik anak dari waktu ke waktu semakin tumbuh akibat video game kekerasan.


Baca Juga:

Efek agresi fisik anak akibat video game kekerasan diungkap dalam penelitian yang diterbitkan Prosiding National Academy of Sciences (PNAS). Penelitian yang menggunakan metode meta-analisis itu, menggunakan 17 ribu responden di seluruh dunia, usia 19 tahun dan dilakukan sejak 2010 hingga 2017.

"Berdasarkan temuan kami, kami merasa jelas bahwa permainan video kekerasan yang dilakukan berkaitan dengan peningkatan agresi fisik anak dari waktu ke waktu," kata penulis utama penelitian itu, Profesor Jay G. Hull, ahli Psikologi dan Neurosains Kognitif Dartmouth University, dilansir Science Daily, Rabu (3/10/2018).

Hasil penelitian itu mengungkap bermain video game kekerasan  mempengaruhi perubahan dalam agresi fisik dunia nyata dari waktu ke waktu, mulai dari tiga bulan hingga empat tahun

Contoh agresi fisik yang dimaksud dalam penelitian itu seperti memukul seseorang atau berkelahi. Juga orang tua dari subjek penelitian melaporkan anak-anaknya ke sekolah akibat dari agresi fisik tersebut.

 

gg
Ilustrasi anak-anak bermain video game. (INT)

 

Meski demikian, penelitian PNAS tentang agresi fisik anak akibat video game kekerasan dinilai hanya berdampak pada suku atau kebudayaan tertentu di dunia. Misal, agresi anak meningkat disebabkan video game kekerasan tidak terlalu berefek pada anak - anak di Asia dan suku Hispanik.