Varian Corona Bertambah, WHO: Lakukan Vaksinasi Secepatnya!

Beberapa varian mendapat perhatian khusus karena disebut memiliki potensi bersifat lebih mudah menular

Varian Corona Bertambah, WHO: Lakukan Vaksinasi Secepatnya!
Ilustrasi.(int)






KABAR.NEWS,Jakarta--Pandemi virus Corona di sepanjang tahun 2020 telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia. Kekhawatiran bertambah dengan munculnya berbagai varian baru Corona yang semakin beragam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyadari bertambahnya varian virus Corona baru yang dilaporkan di dunia. Beberapa varian mendapat perhatian khusus karena disebut memiliki potensi bersifat lebih mudah menular dan 'kebal' terhadap vaksin.

Direktur Bidang Imunisasi dan Biologi WHO, Dr Kate O'Brien, menjelaskan sebetulnya normal bagi sebuah virus untuk bermutasi. Ia menyampaikan setidaknya sampai saat ini belum ada bukti kuat varian-varian baru tersebut tidak bisa dilawan vaksin.

"Evaluasi terkait apakah vaksin akan terdampak varian baru ini masih berjalan," kata Kate seperti dikutip dari Detik.com, Rabu (20/1/2021)."Evaluasi terkait apakah vaksin akan terdampak varian baru ini masih berjalan," tambah Kate.

"Tapi apa yang bisa kami katakan dengan keyakinan kuat adalah agar secepat mungkin masyarakat divaksinasi. Perubahan-perubahan pada varian baru ini kemungkinan tidak akan memengaruhi vaksin, tapi sekali lagi kita sekarang berada di zona yang sangat dinamis," lanjutnya.

Beberapa varian Corona yang mendapat perhatian khusus contohnya adalah B117 yang pertama kali dilaporkan di Inggris. Selain itu belakangan juga ada varian 501.V2 yang muncul di Afrika Selatan dan varian D614G yang juga dilaporkan ada di Indonesia.

"Tapi apa yang bisa kami katakan dengan keyakinan kuat adalah agar secepat mungkin masyarakat divaksinasi. Perubahan-perubahan pada varian baru ini kemungkinan tidak akan memengaruhi vaksin, tapi sekali lagi kita sekarang berada di zona yang sangat dinamis," lanjutnya.

Beberapa varian Corona yang mendapat perhatian khusus contohnya adalah B117 yang pertama kali dilaporkan di Inggris. Selain itu belakangan juga ada varian 501.V2 yang muncul di Afrika Selatan dan varian D614G yang juga dilaporkan ada di Indonesia.(*)