Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Jeneponto Masih Rendah, Apa Sebabnya?

Menurut data Dinkes Jeneponto

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Jeneponto Masih Rendah, Apa Sebabnya?
Proses pemeriksaan kesehatan sebelum dilakukan vaksinasi Covid-19. (Ilustrasi/KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Cakupan vaksinasi untuk kelompok lanjut usia atau lansia di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, masih terbilang rendah jika dibanding dengan daerah lain.


Juru Bicara Satgas Covid-19 Jeneponto Suryanigrat menyebut, salah satu penyebab rendahnya angka vaksinasi Lansia karena dinyatakan tidak lulus screening.


"Kalau yang datang ke layanan vaksinasi, alhamdulillah belum ada yang menolak, yang ada beberapa lansia tidak lulus screening karena faktor penyakit," ujar Suryanigrat kepada KABAR.NEWS via telepon, Selasa (12/10/2021).


Suryaningrat mengatakan bahwa vaksinasi untuk lansia telah dibuka di sejumlah fasilitas kesehatan. Namun, partisipasi para lansia masih minim.


Pria yang akrab disapa Karaeng Bamba ini mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam mengejar target. Mulai dari menjemput bola, hingga ke tingkat kelurahan dan desa.


"Tim vaksinasi kami sudah melakukan jemput bola sampai ke tingkat kantor Kelurahan dan Desa. Sudah sejak beberapa bulan yang lalu," ungkapnya.


Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Jeneponto ini menuturkan bahwa hasil dari tim menjemput bola, lagi-lagi jumlah peserta masih tergolong rendah. Suryaningrat menjelaskan, cakupan vaksinasi untuk kelompok lansia masih berjalan sangat lambat. 


Menurut data Dinkes Jeneponto, per Selasa (12/10/2021), jumlah lansia yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama baru 10,07 persen atau 3.190 orang dan dosis kedua 2,90 persen atau 920 orang. Sementara, dari total sasaran lansia yang harus divaksinasi, kata dia, sebanyak 31, 664 orang.


"Hasilnya seperti yang kita lihat untuk lansia kita sudah dapat sebanyak 3.190 orang yang kita vaskin atau 10.07 persen dari target sasaran lansia," kata Suryaningrat.


Dinkes Jeneponto bersama pihak terkait akan terus menyosialisasikan bahwa vaksinasi bagi kelompok lansia yang termasuk sebagai kelompok rentan adalah aman. Cakupan vaksinasi sangat diperlukan untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok).


"Yang kami harapkan punya peran penting adalah semua elemen pemerintah sampai ke tingkat dusun dan lingkungan untuk memberi edukasi masyarakat untuk pentingnya vaksinasi," tambahnya.


"Khusus lansia yang dapat mengedukasi adalah keluarga terdekat yang di rumah," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A