Vaksin Covid-19 Sinopharm Dapat Izin Darurat dari BPOM

BPOM menilai vaksin Sinopharm menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik

Vaksin Covid-19 Sinopharm Dapat Izin Darurat dari BPOM
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto: Dokumen KABAR.NEWS)






KABAR.NEWS, Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin darurat Indonesia untuk vaksin Covid-19 Sinopharm. Izin UEA yang dikeluarkan BPOM merupakan yang ketiga, sebelumnya Sinovac dan AstraZeneca. 

Kepala BPOM, Penny K Lukito membenarkan pihaknya sudah mengeluarkan EUA atau izin darurat Indonesia vaksin Covid-19, Sinopharm. Ia mengatakan pemberian EUA karena vaksin Sinopharm profil keamanannya dapat ditoleransi dengan baik. 

"Berdasarkan hasil evaluasi terhadap data kami terima, dapat disimpulkan bahwa pemberian vaksin Sinopharm 2 dosis dengan selang pemberian 21-28 hari menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Kimia Farma, verdi Budidarmo mengakui pihaknya ditunjuk untuk pengadaan vaksin Sinopharm. Ia mengatakan vaksin Sinopharm nantinya akan dipakai dalam program vaksinasi gotong royong.

Program vaksinasi gotong royong diketahui sebutan untuk vaksinasi yang dilakukan mandiri oleh perusahaan swasta. Vaksin yang digunakan dalam program tersebut dibedakan dari vaksin yang digunakan dalam program umum yang dijalankan pemerintah, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021.

"Nantinya akan digunakan untuk vaksin gotong royong," kata Verdi dalam kesempatan yang sama.

"Harapan kami dengan adanya EUA ini bisa terlaksana lancar proses importasi dan distribusinya. Sekaligus kaitannya dengan vaksin gotong royong, bisa membackup pemerintah mencapai herd immunity. Dengan tercapainya herd immunity kami harapkan tingkat kejadian Covid bisa menurun," ucapnya.