Usai Divaksin Covid-19, Guru Honorer di Jeneponto Lumpuh Tak Bisa Bergerak

Sudah dialami berhari-hari

Usai Divaksin Covid-19, Guru Honorer di Jeneponto Lumpuh Tak Bisa Bergerak
Irawati, terbaring di rumahnya usai menerima suntikan vaksin Covid-19 di Jeneponto, Sulsel, Rabu (23/6/2021). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Kejadian ikutan pasca imunisasi terhadap penerima Vaksin Covid-19 terjadi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kondisi itu dialami seorang guru honorer di Pondok Pesantren Al-Hikam Pitape bernama Irawati.


Hampir seluruh bagian tubuh Irawati itu tak bisa bergerak bahkan diduga lumpuh, usai menerima suntikan pertama vaksin corona pada 15 Juni 2021, di Puskesmas Bontomatene.


Saat ditemui KABAR.NEWS, Rabu (23/6/2021), perempuan 37 tahun itu hanya terbaring lemas di kediamannya Dusun Bontosunggu Selatan, Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Jeneponto.


Irawati menuturkan sebelum disuntik vaksin merek Sinovac, tubuhnya memang sedang panas dingin dan itu dirasakan sudah beberapa hari. Dia diminta mengikuti program vaksinasi karena diajak rekannya sesama guru. (Baca juga: Dinkes Jeneponto Klaim 83 Persen Guru Sudah Divaksin)


Mendapat kabar itu, ia kemudian beranjak dari pesantren menuju Puskesmas Bontomatene. Saat tiba di puskesmas, Irawati langsung mendatangi dokter untuk diwawancarai sebelum vaksinasi berlangsung.


"Jadi diperiksa dokter, diwawancarai, kuntanya semua keluhan ku bilang panas dingin ini dok, habis dioperasi juga. Semua keluhanku saya tanya semua," ujar Irawati.


Kata dia, meski sudah menyampaikan sejumlah keluhan yang dialaminya, ia tetap dipanggil dan diarahkan menuju tempat vaksinasi. Sementara, rekan-rekannya yang lain tidak divaksin sebab mengeluh sakit demam.


"Ada panggilan disuruh masuk untuk divaksin. Terus sampai di situ di tempat vaksin, saya tanya lanjut vaksin kah? baru teman-temanku tidak ikut divaksin. Ibu bidan bilang lanjut ,karena ada lanjut vaksin mu," ungkap perempuan dua anak ini, menirukan percakapannya dengan bidan.


Usai divaksinasi, ia kemudian kembali ke pesantren tempatnya mengajar. Setibanya, tiba-tiba ia mengeluh kepada guru lainnya karena kepalanya  pusing. 


Bukan hanya pusing pada bagian kepala, Irawati juga mengaku mual serta badanya terasa lumpuh hingga tulang-tulang seperti remuk usai menerima Vaksin Covid-19.


"Pusing, terus tulang ku kayak remuk baru sakit semua badanku. Jadi saya usahakan naik ke rumah ku di Kecamatan Arungkeke. Jadi sampai di atas, tulang-tulang ku sakit semua," katanya.


Keesokan harinya, 16 Juni 2021, ia menyampaikan keluhan kepada suaminya. Irawati kemudian meminta untuk dibawa ke bidan agar diperiksa. Namun, saat perjalanan menemui bidan, ia lantas muntah-muntah.


Pada hari itu juga hingga delapan hari pasca vaksinasi, Irawati sulit menggerakkan seluruh tubuhnya. Ia hanya bisa terbaring lemas. Untuk buang air kecil dan keperluan lainnya, Irawati mengaku hanya digotong ke kamar mandi. (Baca juga: Anggota DPR Positif Covid-19 meski Sudah Divaksin Sinovac dan Nusantara)


"Kalau saya bangun itu pusing, terus tulangku kaya remuk dan dada ku panas seperti terbakar," pungkasnya.


Pihak Puskesmas Bontomatene pada Rabu hari ini, telah turun memberikan obat kejadian pasca imunisasi untuk Irawati. Dinas Kesehatan Jeneponto belum turun ke rumahnya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Penularan Penyakit (P2P) Dinkes Jeneponto, Suryaningrat, yang dimintai keterangan terkait kejadian pasca imunisasi ini, belum menjawab panggilan telepon berulang kali dari KABAR.NEWS.

Penulis: Akbar Razak/A