Usai Dilantik, Danny Pomanto Bakal Luncurkan Makassar Recover

Rencananya Danny Pomanto akan melaunching program Makassar Recover pada 5 Maret 2021.

Usai Dilantik, Danny Pomanto Bakal Luncurkan Makassar Recover
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi saat dilantik oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Baruga Karaeng Pattingaloang Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (26/2/2021). (Foto: Screenshot YouTube)






KABAR.NEWS, Makassar - Pasca dilantik sebagai Wali Kota Makassar oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Moh Ramdhan Pomanto akan langsung tancap gas untuk penanganan Covid-19. Bahkan, Danny Pomanto akan meluncurkan program Makassar Recover pada 5 Maret 2021. 

Danny Pomanto mengatakan program Makassar Recover merupakan screening massal untuk warga dengan menggunakan GeNose. GeNose sendiri merupakan alat temuan dari Universitas Gajah Mada (UGM).

"Izinkam kami untuk meluncurkan Makassar Recover pada 5 Maret 2021 dan akan disiarkan langsung melalui TV lokal, nasional, maupun media sosial," ujar Danny di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar, Jumat (26/2/2021). 

Targetnya, kata Danny, sebanyak 1,5 juta warga kota Makassar akan discreening secara keseluruhan menggunakan Genose. Kemudian, setelah melakukan screening, akan kembali dilanjutkan dengan testing sesuai prosedur penanganan Covid-19. 

"Melakukan screening seluruh penduduk Kota Makassar 100 persen. Ada 1,5 juta penduduk dengan sistem GeNose, dan kemudian melakukan testing sesuai prosedur yang dilakukan sekarang," kata Danny.

Pihaknya akan melibatkan ribuan relawan, tenaga medis dan dokter serta ratusan keterlibatan lurah dengan menggunakan teknologi. Hal ini kata ia untuk bisa mengetahui secara pasti status kesehatan warga kota. 

Ada 10 ribu relawan, 5 ribu paramedis, 306 dokter dan 300 managemen kelurahan berserentak ke bawah dengan sistem smart city. Karena semua warga dikasih barcode, karena seluruh coding dan status kesehatan masuk di situ.

Lebih lanjut, Danny mengaku akan mengontrol pergerakan warga dan memastikan status kesehatan agar penyebaran Covid-19 bisa dideteksi secara pasti. 

"Dan kita mengontrol semua pergerakan orang, status kesehatan bertingkat, mulai dari orang sehat, otg, sedang dan berat," pungkasnya

Penulis: Fitria Nugrah Madani/A