UNM dan Mendikbud Diminta Lindungi Mahasiswa Korban Pelecehan Satpam

Perlindungan dan pemulihan harus sesuai Permendikbud PPKS

UNM dan Mendikbud Diminta Lindungi Mahasiswa Korban Pelecehan Satpam
Ilustrasi pelecehan seksual. (Internet)






KABAR.NEWS, Makassar - Pimpinan Universitas Negeri Makassar (UNM) diminta untuk memberikan perlindungan kepada mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual dengan cara direkam atau difoto oleh petugas keamanan saat berada di kamar mandi. 


"Perlindungan terhadap korban meliputi, jaminan keberlanjutan untuk menyelesaikan pendidikan dengan aman dan optimal, serta pelindungan atas kerahasiaan identitas," kata Kuasa Hukum korban dari LBH Makassar, Rezky Pratiwi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/12/2021).


Para korban pelecehan seksual merupakan mahasiswa yang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa (PPM) Kampus Merdeka di Hotel La Macca milik UNM. Kasus ini terungkap saat korban menciduk kamera tersembunyi yang direkam oleh satpam. (Baca juga: Koalisi Setara Makassar Jelaskan Poin Penting Mengapa Permen PPKS Patut Didukung)


Saat itu korban berniat untuk mandi di kamar mandi luar di belakang Hotel La Macca. Posisi toilet berada di dekat gedung penginapan mahasiswa PPM. Gedung penginapan tersebut menjadi akomodasi dari 82 mahasiswa PPM sejak November 2021. 


Mahasiswa PPM kerap menggunakan kamar mandi luar, sebab fasilitas pada gedung penginapan tidak layak pakai. Di kamar mandi luar tersebut korban melihat di ventilasi ada tangan seseorang yang memegang kamera tengah merekam dirinya. Kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar.


Selain UNM, kuasa hukum juga meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) bisa memastikan pendampingan, pelindungan dan pemulihan mahasiswa PPM korban pelecehan seksual sesuai Permendikbud PPKS.


"Serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program PPM Kampus Merdeka dengan memastikan seluruh fasilitas bagi mahasiswa dalam program tersebut memperhatikan kerentanan perempuan untuk mencegah keberulangan," pinta Rezky. (Baca juga: Diskusi BEM FBS UNM Bahas Kondisi Tahura Sinjai)


Kemungkinan adanya pelaku dan barang bukti lain dalam kasus ini, penyidik Polrestabes Makassar diminta untuk melakukan pengembangan berdasarkan keterangan korban dan saksi.


LBH Makassar juga mendesak polisi memastikan keamanan barang bukti foto/video pribadi korban, dari kemungkinan pendistribusian ke perangkat lain.


"Kasus ini sekaligus menunjukkan urgensi implementasi Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi," tandasnya.


Sementara, Rektor UNM Prof. Husain Syam mengaku telah memecat satpam yang merekam mahasiswa PPM sedang mandi. Satpam yang diketahui berusia 40 tahun diberhentikan secara tidak hormat.


"Sudah dipecat dengan tidak terhormat. Oknum sekuriti ini sudah ditahan di kantor polisi. Kejadian ini tidak ada sangkut pautnya dengan kampus. Sebab, ini murni perbuatan kriminal," ujar Prof Husain Syam seperti dilansir Antara.


Husain juga membantah bahwa kamar mandi tempat merekam korban adalah fasilitas milik UNM. Dia menyebut perbuatan tidak senonoh itu terjadi di toilet umum yang biasa digunakan orang, dan bukan di dalam hotel La Macca.