Skip to main content

Unjuk Rasa Ricuh, Tangan Kanit Sabhara Polsek Panakkukang Terbakar

Iptu Abdul Muis saat mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara Makassar.


KABAR.NEWS, Makassar - Aksi unjuk rasa dari sekelompok mahasiswa di depan kantor Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel, diwarnai bakar ban. Petugas keamanan dari pihak kepolisian dengan niat mengawal demo itu malah mengalami luka bakar pada lengan tangannya.


Belakangan diketahui, sosok polisi tersebut bernama Iptu Abdul Muis, Kanit Sabhara Polsek Panakukang. Akibat terkena api dari ban yang dibakar , Abdul Muis harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara karena tangannya melepuh.


Baca Juga:


Aksi dengan menyoroti maraknya praktek diskriminasi pelayan dan pungutan liar (Pungli) khususnya pada penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) seperti pada Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gowa ini pun diwarnai dengan pembakaran ban bekas ditengah jalan. 


Melihat mahasiswa hendak membakar ban tersebut, membuat pak Muis dan beberapa anggota lainnya langsung mencoba untuk merampas ban mahasiswa tersebut dengan maksud agar tidak di bakar.


Nahasnya, mahasiswa yang sudah lebih duluan anarkis dan memaksakan diri untuk membakar ban yang sudah disirami bahan bakar bensin tersebut langsung menyalakan korek api dan ban bekas itu terbakar dan mengenai tangan Abdul Muis.


Melihat tangannya ikut terbakar, Pak Muis pun langsung berlari sambil berteriak minta tolong. Terlihat api menyala-nyala ditangannya itu, membuat anggota Sabhara yang lain langsung mencoba menolong Abdul Muis. Beruntung saja, api itu berhasil padam, namun tangan pak Muis melepuh dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit.


Kapolsek Panakukkang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan bahwa pihaknya memberikan sepenuhnya kepada korban. Karena secara pribadi merugikan korban karena mengalami luka bakar.


"Bagaimana korban saja. Yang jelas secara pribadi merugikan yang bersangkutan karena mengalami luka bakar. Kalau beliau melapor, kami tindak lanjuti selaku pimpinan," tegasnya.


Meski demikian, Ananda menyebutkan bahwa ia memberikan sepenuhnya kepada korban. Apakah kasus ini akan diproses secara hukum atau tidak. Karena, pak Muis selaku petugas dilapangan kerap menjadi korban kebringasan mahasiswa saat berunjuk rasa.


"Jika tidak, itu haknya beliau, karena selaku korban," pungkasnya. 


Perlu diketahui sebelumnya, Iptu Abdul Muis juga pernah mendapatkan perlakuan kasar dari oknum mahasiswa saat mengawal unjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar. Aksi penganiayaan itu pun sempat diabadikan oleh salah seorang jurnalis dengan merekam video. Dan video berdurasi satu menit itupun viral di berbagai sosial media di Kota Makassar.

  • Lodi Aprianto

 

 

loading...