Skip to main content

Ulah Cabul Oknum Guru Mengaji: Gerayangi Murid saat Sedang Mengajar

kabar.news
Ilustrasi. (INT)

 

 

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Dari hasil penyelidikan sementara pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, dan berdasarkan keterangan korban.


Berita terkait: Polrestabes Makassar Dalami Dugaan Cabul Oknum Guru Ngaji


Terlapor AN (40), ternyata melakukan aksi cabulnya di sela aktifitas mengaji berlangsung.



"Jadi anak-anak ini pada saat diajari mengaji oknum guru ngajinya ini duduk di samping anak-anak tersebut lalu kemudian guru mengaji ini memasukkan tangannya ke balik baju korban dan memegan alat vital, seperti itu," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Ismail kepada wartawan di kantornya, Sabtu (8/8/2020).

 

Kata Ismail, peristiwa memilukan itu terjadi akhir Juli 2020 lalu, di halaman rumah terlapor yang dijadikan sebagai tempat mengaji.

 

"Dia kan guru mengaji dan halaman rumahnya dijadikan tempat untuk mengajar mengaji, jadi korban-korban ini dititip orang tuanya untuk belajar mengaji. Jadi kejadiannya tepat di halaman rumah pelaku (terlapor) itu," ujarnya.

 

Beberapa korban pun mengaku di hadapan polisi, tindakan asusila yang dilakukan oknum guru mengaji itu dilakukan lebih dari satu kali.

 

"Sebagian korban mengatakan dia (dilecehkan) lebih dari satu kali, seperti itu juga perlakuannya, dan itu bisa membuat anak-anak menjadi trauma. Dan itu semua nanti akan dijelaskan dalam laporan psikolog," tutur Ismail.

 

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut korban dugaan pencabulan yang dilakukan seorang oknum guru mengaji, lebih dari satu orang.


Baca juga: Korban Dugaan Cabul Guru Mengaji di Makassar Lebih Satu Murid


Polisi juga telah menerima sejumlah laporan baru atas kasus dugaan pencabulan tersebut.


"Laporan awalnya datang ke kantor itu hanya si A sementara. Besoknya itu datang lagi Ibunya (A) bilang ada lagi korban selain anaknya ini karena tetangga-tetangganya juga sudah mulai angkat bicara, bilang anaknya juga mendapatkan perlakuan sama oleh pelaku," kata Penasehat Hukum LBH Apik Sulsel, Nur Akifah kepada wartawan di ruang penyidik unit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar, Sabtu (8/8/2020)


 

Akifah menyebut, ada enam orang korban dan masih di bawah umur yang tercatat di kantor LBH APIK Sulsel. Sebagian sudah yang didampinginya sudah diambil keterangan oleh polisi.



 

  • Penulis: Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...