UIN Alauddin Hanya Pangkas UKT Mahasiswa Semester 9 ke Atas

Gratis UKT untuk mahasiswa yang menunggu yudisium

UIN Alauddin Hanya Pangkas UKT Mahasiswa Semester 9 ke Atas
Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengeluarkan kebijakan tentang pembebasan dan keringanan Uang Kuliah Tunggal atau UKT untuk semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Kebijakan ini hanya berlaku khusus mahasiswa semester 9 ke atas.


Kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan (SK) Rektor UIN Alauddin Prof. Hamdan Juhannis, nomor 581 tahun 2021, yang diteken pada Jumat kemarin. Kebijakan itu bagian dari upaya meringankan beban mahasiswa akibat pandemi Covid-19.

Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) UIN Alauddin Dr. Yuspiani mengatakan, pembebasan dan peringanan UKT bagi mahasiswa semester 9, 10 dan 13 tersebut berisi beberapa poin.


"Pertama, mahasiswa aktif yang menunggu proses yudisium, maka diberikan pembebasan UKT 100 persen. Kedua, mahasiswa aktif yang sudah terjadwal ujian munaqasyah maka diberikan keringanan sebesar 50 persen dari nominal UKT yang telah ditetapkan," kata Yuspiani dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/8/2021).


Selanjutnya yang ketiga, lanjut Yuspiani, mahasiswa aktif yang sudah terjadwal ujian hasil diberikan keringanan UKT 30 persen.


"Keempat, mahasiswa aktif yang sudah ujian proposal dan bebas kuliah, diberikan pemotongan UKT 25 persen. Dan yang kelima, mahasiswa aktif yang sudah bebas kuliah namun belum ujian proposal, maka diberikan keringanan 20 persen dari nominal UKT yang harus dibayarkannya," katanya.


“Pembebasan dan peringanan dalam SK ini diputuskan dalam rapat pimpinan setelah melalui berbagai pertimbangan melihat situasi sulit karena pandemi” imbuh Yuspiani.

Sementara, Hamdan Juhannis mengatakan, pemberian pembebasan dan keringanan UKT bagi mahasiswa semester 9 ke atas tersebut sebagai bentuk kepedulian kampus atas beban ekonomi yang dialami orang tua mahasiswa akibat pandemi Covid 19.


Hamdan menambahkan, terbitnya SK tersebut juga merupakan respons kongkret pimpinan kampus atas aspirasi mahasiswa yang telah disampaikan melalui audiensi beberapa waktu sebelumnya.


“Jadi ini merupakan bukti empati kemanusiaan kami selaku pimpinan, selama pandemi ini UIN Alauddin telah beberapa kali menerbitkan SK untuk pembebasan dan peringan UKT mahasiswa” tutup Guru Besar Sosiologi tersebut.