Uang Nasabah Rp20 miliar untuk Pengobatan Ortu Raib di Bank

Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi

Uang Nasabah Rp20 miliar untuk Pengobatan Ortu Raib di Bank
Ilustrasi uang tabungan. (Pixabay/Emaji)






KABAR.NEWS, Makassar - Kasus raibnya uang tabungan nasabah kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah nasabah bank pelat merah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


Hendrik, nasabah bank milik negara itu mengaku kehilangan uang yang didepostikan senilai Rp20 miliar. Tabungan pria 41 tahun tersebut dilaporkan raib pada Jumat (11/6/2021).


Dia mengaku, uang sebanyak itu rencananya akan digunakan untuk membiayai pengobatan orang tuanya (Ortu) yang saat ini sedang sakit. 


"Kejadian ini menghilangkan rasa kepercayaan masyarakat. Kerugian saya sebesar Rp20 miliar. Uang itu untuk masa tua orang tua saya dan untuk pengobatan orang tua saya," kata Hendrik dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (12/6/2021).


Sementara, kuasa hukum Hendrik, Basri menuturkan pihak bank seharusnya bisa segera mempertanggung jawabkan atas hilangnya dana nasabah.


"Kami sudah tempuh seluruh jalur hukum. Tapi yang kita inginkan agar pihak bank bisa mengembalikan uang klien kami," jelas Basri


Basri menerangkan kliennya pada 21 Maret lalu ingin mencairkan bunga depositonya. Namun, bunga yang dijanjikan sebesar 8,25 persen tidak masuk ke rekening depositonya.


"Pada tanggal 21 Maret 2021 Pak Hendrik ingin mencairkan bunganya, tapi tidak ada masuk. Sejak itu bunganya tidak ada masuk ke rekening klien kami hingga sekarang," ungkapnya.


Terpisah, pihak bank, Bimawan Singgih Yulianto mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu keputusan hukum.


"Pada prinsipnya kami ini adalah bank plat merah, segala sesuatunya kami menunggu dari proses hukum dan apa pun keputusan hukum kami tetap hormati itu," kata Bima.


Komplain dari nasabah ini jelas Bima telah ditindaklanjuti dengan melaporkan oknum pegawai ke pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. "Kita sendiri yang melaporkan ke polisi dan saat ini dalam penyelidikan. Ada oknum pegawai yang telah kita laporkan," ujarnya.