Skip to main content

Twitter Larang Iklan Politik Jelang Kampanye Pemilu AS

Twitter Larang Iklan Politik Jelang Kampanye Pemilu AS
Ilustrasi Twitter. (KABAR.NEWS/Arya)

KABAR.NEWS - Raksasa media sosial, Twitter, mengeluarkan kebijakan baru tentang larangan iklan politik menjelang kampanye Pemilu Amerika Serikat (AS) pada November 2020.

 
Twitter mengatakan, larangan iklan politiknya akan mencakup referensi untuk kandidat dan atau undang-undang yang bernuansa politik. Perusahaan juga memperketat jajak pendapat yang mengarah pada kelompok politik tertentu.


Baca juga: Maria Butina yang Dituduh Mata-mata Rusia akhirnya Bebas

Kebijakan ini sebenarnya telah diumumkan sejak bulan lalu, tapi sebelumnya Twitter tidak memberikan rincian tentang kebijakan baru tersebut.

 

Melansir laporan Reuters pada Sabtu (16/11/2019), Twitter mendefinisikan konten politik sebagai segala sesuatu yang merujuk "seorang kandidat, partai politik, pejabat pemerintah terpilih atau ditunjuk, pemilihan, referendum, surat suara, undang-undang, peraturan, arahan, atau hasil peradilan."


Bagaimana Twitter mencegah kampanye politik AS di luar pengiklan? Perusahaan media sosial itu mengatakan akan menggunakan kombinasi teknologi otomatis dan tim manusia untuk menegakkan kebijakan iklan baru.

 

Kebijakan ketat Twitter untuk iklan politik dilakukan di tengah meningkatnya tekanan pada perusahaan media sosial untuk berhenti menerima iklan yang menyebarkan informasi palsu dan dapat mempengaruhi pemilih.


Baca juga: Wanita Jepang Protes Larangan Mengenakan Kacamata di Tempat Kerja

"Kami percaya jangkauan pesan politik harus diperoleh, bukan dibeli," kata Kepala Eksekutif Twitter Jack Dorsey dalam mengumumkan larangan tersebut. Larangan itu diharapkan mulai berlaku pada 22 November.


Kebijakan Twitter menuai sorotan dari Manajer Kampanye Presiden AS Donald Trump yaknin Brad Parscale. Dalam sebuah pernyataan Brad  yang menyebut langkah itu sebagai upaya membungkam kaum konservatif.


"Karena Twitter tahu Presiden Trump memiliki program online paling canggih yang pernah dikenal," kata Brad, dikutip dari Reuters.

 

loading...