Skip to main content

Tuntutan 8 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 M JPU untuk Zumi Zola

Zumi Zola
Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola saat mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.(Kumparan)


KABAR.NEWS, Jakarta - Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola hanya terlihat pasrah saat dirinya dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidaer 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/11/2018). 


JPU yang membacakan tuntutan, Iskandar Marwanto menilai Zumi Zola terbukti secara sah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).


Baca Juga: 


"Menuntut, agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Zumi Zola Zulkifli telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujarnya seperti dikutip dari Kumparan.


JPU menilai Zumi Zola telah melakukan dua sangkaan berbeda pelanggaran Tipikor, yakni suap dan gratifikasi. Zumi Zola dinilai terbukti menerima gratifikasi sebagaimana dakwaan pertama. 


Gratifikasi yang diterimanya senilai total Rp 44 miliar dan satu unit Toyota Alphard dari sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2014-2017.

Menurut jaksa, uang tersebut berasal dari para rekanan yang akan, atau sudah mengerjakan proyek di Provinsi Jambi tahun 2016. Kemudian juga berasal dari para Kepala Dinas OPD di Provinsi Jambi. Gratifikasi itu diterima Zumi Zola melalui orang kepercayaannya, yakni Apif Firmansyah, Asrul Pandapotan Sihotang, dan Arfan.


Gratifikasi yang diterima Zumi Zola itu kemudian dipakai untuk keperluan pribadinya, mulai dari membayar utang kampanye pilkada hingga untuk membeli hewan kurban serta action figure. Tak hanya itu, uang juga digunakan untuk keperluan keluarga Zumi Zola. Pasal 12 B UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 


Selain itu, Zumi Zola dianggap telah memberikan suap Rp 16,4 miliar kepada 53 anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Zumi melakukan aksinya bersama Plt Sekda Pemda Provinsi Jambi Apif Firmansyah, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Arfan, dan Asisten 3 Sekda Provinsi Jambi Saipudin.


Suap tersebut diduga diberikan agar pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 menyetujui Rancangan Perda APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 menjadi Perda APBD Tahun Anggaran 2017. Selain itu, juga agar DPRD menyetujui Raperda APBD Tahun Anggaran 2018 menjadi Perda APBD Tahun Anggaran 2018.


Perbuatan itu dinilai memenuhi unsur Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 
 



loading...