Skip to main content

Tuntut Hal Ini, Warga di Jeneponto Segel Kantor Desa

Tuntut Hal Ini, Warga di Jeneponto Segel Kantor Desa
Warga Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto saat berunjuk rasa di Kantor Desa Sapanang, Rabu (11/9/2019). (KABAR.NEWS/Akbar)

KABAR.NEWS. Jeneponto - Ratusan warga menggelar unjuk rasa dan menyegel Kantor Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulsel pada Rabu (11/9/2019).


Baca juga: MUI Gowa Laporkan Dugaan Aliran Sesat Puang La'lang

Aksi pendudukan ini dilakukan lantaran pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sapanang belum membentuk kepanitiaan pemilihan kepala desa (Pilkades) tersebut, yang bakal digelar secara serentak dengan 33 desa lainnya di Kabupaten Jeneponto pada 4 November 2019.


Pantauan KABAR.NEWS, warga Desa Sapanang yang menggelar unjuk rasa meminta BPD untuk segera membentuk kepanitian sebab di desa lain yang akan menggelar Pilkades, telah memiliki panitia hajatan demokrasi desa ini.


"Jika tidak, maka BPD Sapanang harus dibubarkan dan melakukan pembentukan BPD baru agar Pilkades serentak dapat berproses secepat mungkin," teriak salah satu warga di Kantor Desa Sapanang.


Menanggapi protes warga, Plt Kepala Desa Sapanang, M. Basuki Baharuddin, berjanji akan menindak lanjuti aspirasi warganya namun dengan catatan pembentukan BPD harus sesuai dengan regulasi.


Baca juga: Klaim RSUD Salewangang di BPJS Kesehatan Capai Rp 6 miliar

"Tetapi harus sesuai regulasi, termasuk pembentukan panitia oleh BPD yang sampai saat ini belum terlaksana,” katanya.


Menurut Basuki, warga desa menilai BPD Sapanang tidak mampu melaksanakan tugasnya sehingga tuntutan pembubaran disuarakan. “Tuntutannya pembubaran BPD. Mereka menganggap BPD tidak mampu melaksanakan tugas,” tambahnya.


Setelah menyampaikan aspirasinya dan menggelar dialog dengan aparat Desa Sapanang, warga desa akhirnya membubarkan diri.


  • Akbar Razak/B

 

loading...