Tunggu Pencairan, Petugas Vaksinasi di Jeneponto 7 Bulan Belum Digaji

Upah vaksinator Covid-19 di Jeneponto Rp750 ribu

Tunggu Pencairan, Petugas Vaksinasi di Jeneponto 7 Bulan Belum Digaji
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Honorariu atau gaji petugas vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan belum dibayarkan selama tujuh bulan. Hal ini dikeluhkan sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) khususnya yang mengabdi di puskesmas.


Seorang nakes yang bekerja di Puskesmas sebagai petugas vaksinasi Covid-19, mengeluh karena honor mereka sejak Februari sampai Agustus 2021 belum dibayarkan.


"Tidak ada sama sekali. Tujuh bulan katanya mau dibayarkan. Yang ku dengar itu Rp750 ribu per bulan," ujar sumber kepada KABAR.NEWS yang meminta namanya tak disebutkan, Senin (13/9/2021).


Nakes mengklaim, tugasnya sebagai vaksinator sangat melelahkan. Apalagi tugas yang mereka geluti saat ini tergolong sangat berisiko. Mereka harus melakukan sosialisasi ke lapangan untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu aman.


"Kemarin, keluhannya teman-teman ada masyarakat bawa senjata tajam (Badik). Jadi tidak maumi keluar," curhat nakes dengan dialek setempat.


Sumber menjelaskan, kejadian itu berawal saat mereka melakukan sosialisasi terkait vaksinasi di salah suatu wilayah. Namun, tiba-tiba datang seorang pria sambil membawa badik yang disimpan di saku celananya. 


Kejadian itu kemudian membuat para nakes merasa takut karena jiwa mereka terancam. Untuk itu, mereka berinisiatif mengarahkan warga yang ingin di vaksin untuk datang ke puskesmas.


Tak sampai disitu, mereka harus menggunakan uang pribadi untuk biaya makan dan minum serta transportasi selama melaksanakan program vaksinasi Covid-19.


Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Jeneponto Suryanigrat mencatat saat ini sebanyak 197 orang tenaga vaksinator covid-19 belum menerima honor.


Dia menyebut total honor yang belum diterima mencapai Rp2 miliar lebih sejak Februari hingga Agustus 2021 atau 7 bulan lamanya.


"Rp2 miliar lebih. Ini jumlah yang kita mintakan dananya di BPKAD melalui dana refocusing," ujar Suryanigrat kepada KABAR.NEWS saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (14/9/2021).


Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Jeneponto ini menjelaskan pembayaran honorarium ratusan tenaga vaksinator tersebut, karena pihaknya baru mengajukan permintaan dana ke BPKAD.


"Karena memang baru kita diajukan SPM-nya. Yang lama kemarin dipengimputan aplikasi SIMAKDA," jelasnya.


Dia meminta kepada seluruh tenaga vaksinator di Butta Turatea yang belum mendapatkan honorarium, agar bersabar dan tetap menjalankan tugas seperti biasanya.


"Tidak ada masalah di BPKAD," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A