Tujuh Sapi Bantuan di Jeneponto Dilaporkan Mati, Mahasiswa sebut Jatah Kades?

* Tidak ada bukti bahwa tujuh sapi tersebut mati

Tujuh Sapi Bantuan di Jeneponto Dilaporkan Mati, Mahasiswa sebut Jatah Kades?
Kondisi anak sapi bantuan untuk korban banjir yang berada diperternakan Dinas Peternakan Jeneponto. (IST)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Bantuan ternak sapi untuk korban banjir bandang tahun 2019 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga terjadi penyelewengan. Indikasi ini muncul setelah tujuh ekor sapi yang berada dalam kandang dilaporkan hilang.


Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Jeneponto, Edy Subarga mengeklaim, sapi bantuan yang hilang itu sempat diternak di Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke.


 "Tujuh ekor sesuai dengan jumlah yang tidak ada di kandang," kata Edy Subarga kepada KABAR.NEWS saat dihubungi, Jumat (2/12/2022).


Edy menjelaskan, tujuh ekor sapi tersebut awalnya dilaporkan mati. Namun, terdapat keganjalan. Pasalnya, kata dia, kepala Desa Palajau enggan memberikan bukti kematian sapi tersebut. 


"Menurut saya, sapi yang mati di Desa Palajau diduga tidak mati, karena sampai hari ini pak desa tidak memberikan bukti kematian sapi tersebut," jelasnya.


Edy menduga bahwa sapi tersebut telah diberikan kepada orang lain dengan dasar jatah kepala desa atau Kades itu sendiri. 


"Dugaan jatah. Diduga sapi tersebut tidak mati tapi diberikan kepada orang lain. Saya tidak bilang dijual, dugaannya yang jelas sapi itu tidak mati," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Desa Palajau
Indar Jaya saat dikonfirmasi ogah memberikan keterangan hingga berita ini diturunkan. Kepala Bidang Peternakan dan Keswan Jeneponto, Bahtiar membenarkan terdapat terbak yang mati di Desa Palajau.


Hanya saja, Ia mengaku tidak pernah dikirimkan bukti terkait kematian sapi tersebut oleh kepala Desa Palajau. "Betul itu ada yang mati. Tidak ada fotonya dia kirim ke saya kelompoknya," pungkasnya.


Sekadar diketahui, bantuan tersebut merupakan pengadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto tahun anggaran 2022 yang nilainya mencapai Rp1 miliar lebih.


Penulis: Akbar Razak/B