Skip to main content

Triwulan III, Realisasi APBD OPD Pemprov Sulsel Masih Lesu

Na
Gurbernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Ist)

KABAR.NEWS, Makassar - Hasil Rapat Monitoring dan Pengendalian Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih tergolong lesu di triwulan III, Jumat (19/10/2018).

Untuk realisasi penggunaan anggaran, 59 badan/dinas dan biro dengan jumlah 223 program dan 5.879 kegiatan telah menggunakan alokasi dana sebesar Rp9,64 triliun yang terdiri dari belanja langsung Rp2,88 triliun dan belanja tidak langsung Rp6,76 triliun.

Adapun keseluruhan realisasi anggaran baru mencapai  Rp5.690.604.744.031 triliun dengan realisasi keuangan 59,01 persen, fisik 61,34 persen dan sisa anggaran sebesar Rp3.953.455.033.312 Triliun. 

Untuk OPD dengan realisasi terbesar adalah Biro perekonomian dengan pagu Rp2.724.628.400 miliar, realisasi anggaran Rp1.481.980.053 miliar,  atau 54,39 persen dan realisasi fisik 80,76 persen dengan sisa pagu Rp1.242.648.347. 

Sedangkan capaian terendah yakni UPTD Akademi keperawatan Anging Mamiri dengan pagu Rp7.510.510.000 miliar dengan realisasi keuangan Rp1.152.315.491 miliar atau 15,34 persen dan realisasi fisik 27,93 persen dengan sisa pagu Rp.6.358.194.509 M

Dalam kesempatannya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan forum ini diharap dapat menyelesaikan hal-hal yang perlu diselesaikan. Termasuk program strategis nasional seperti kereta api Makassar-Parepare, bendungan  Pamukkulu dan beberapa program dan proyek lainnya.

"Kita hanya butuh koordinasi, saya juga sudah sampaikan, untuk proyek strategis nasional semua harus saling bersinergi," ucapnya

Sementara itu Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Andi Irawan Bintang menjelaskan rendahnya capai Kinerja OPD pada Triwulan III tersebut akan  dirasionalisasi.

  • Andi Khaerul


loading...