Transformasi PLN Berbuah Laba Rp6,6 T pada Triwulan 1 2021

Diapresiasi Wakil Menteri BUMN

Transformasi PLN Berbuah Laba Rp6,6 T pada Triwulan 1 2021
Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury pada acara PLN Culture Festival, Senin (30/8/2021). (Istimewa/PLN)






KABAR.NEWS, Jakarta - PT PLN (Persero) berhasil mencatatkan laba Rp6,6 triliun pada semester 1 tahun 2021. Pembukuan laba PLN disebut sebagai efek dari transformasi berkelanjutan di tubuh perusahaan pelat merah ini.


Pencapaian laba yang diraih PLN menuai apresiasi dari Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, saat mengikuti secara virtual acara PLN Culture Festival, Senin kemarin.


Pahala menilai salah satu perubahan yang hendak dilakukan Kementerian BUMN maju ke depan adalah perubahan pola pikir dan budaya atau kultur kerja.


"Kami menilai perubahan culture ini perlu dilakukan apalagi di tengah kemajuan zaman dan tuntutan situasi seperti saat ini. Oleh karena itu kami meluncurkan AKHLAK, dan kami mengapresiasi kepada PLN karena sudah melakukan perbaikan dalam kultur kerja dan menyesuaikannya dengan AKHLAK," ujar Pahala dalam keterangan tertulis, Selasa (31/8/2021).


Pahala juga berpesan transformasi tidak hanya dilakukan dalam jajaran human capital saja tetapi juga dalam bisnis model, melakukan berbagai inovasi dan juga menuju ke energi bersih dan pengurangan emisi global. 


Menurut Pahala, laba Rp6,6 triliun yang dibukukan PLN tidak lepas dari meningkatnya efisiensi dan realibility pelanggan dengan adanya perbaikan dalam System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI).


SAIDI merupakan angka atau indeks durasi padam yang dialami konsumen dalam kurun waktu tertentu. Sementara SAIFI, merupakan angka atau indeks frekuensi padam yang dialami konsumen dalam kurun waktu tertentu. 


Dari Januari hingga Juni 2021, dari target SAIDI 430 menit per pelanggan, PLN berhasil menurunkannya hingga hanya 273 menit per pelanggan. Sementara untuk SAIFI, dari target 9 kali per pelanggan, PLN berhasil menurunnya hingga hanya 3 kali per pelanggan. 


PLN juga terus mendorong digitalisasi untuk mengakselerasi tercapainya visi perusahaan untuk menjadi perusahaan kelas dunia. Digitalisasi membuat PLN bisa bergerak dengan cara pikir baru, cara berkomunikasi yang lebih efisien, cara memonitor yang lebih luas jangkauannya dan lebih terintegrasi, dan juga cara pengambilan keputusan yang lebih cepat. 


Pahala juga berharap, PLN ke depan terus melanjutkan efisiensi dengan melakukan inovasi dan investasi yang tepat guna.  "Dengan tantangan ke depan maka perlu ada capex yang lebih efisien," tambah Pahala. 


Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan salah satu unsur penting dalam transformasi yang dilakukan PLN adalah budaya perusahaan. Untuk mendukung transformasi tersebut, PLN telah mencanangkan Program Budaya Nasional. 


Program ini yaitu program PLN 123 dimana PLN 1 berfokus pada Governance Risk and Complience Culture, PLN 2 menekankan pada Collaboration and Performance Culture, dan PLN 3 bertujuan memperkuat Service Culture. Ia menilai untuk bisa membawa PLN lebih baik ke depan maka perlu mendorong semua orang yang ada di dalam perusahaan tersebut memiliki satu tujuan bersama, menyukseskan PLN. 


"Mengelola 53 ribu pegawai dengan 100 ribu lebih tenaga alih daya tentu memerlukan budaya yang kuat sebagai pengikat dan pendorong agar melangkah bersama menuju visi yang dicanangkan melalui eksekusi strategi yang ditetapkan," ujar Zulkifli.