Skip to main content

TP4D Kejari Pangkep Monitoring Pembangunan Jaringan Irigasi Senilai Rp 4 miliar

Irigasi bermasalah di Pangkep
TP4D Kejari Pangkep saat memantau proyek irigasi disembilan lokasi, Jumat (12/10/2019) / Saharuddin

KABAR.NEWS, Pangkep - Proyek pembangunan rehabilitasi irigasi disembilan lokasi di Kabupaten Pangkep di pantau Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep.

 

Tim mendapati sejumlah titik proyek irigasi yang buruk, karena proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan.

 

Sembilan paket rehabilitasi irigasi itu menelan anggaran dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 4,768,672,151.00. Dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 yang juga dikawal TP4D. 

 

Kasi Intel Kejari Pangkep, Mustar didampingi Bidang Pembangunan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengatakan, Pengerjaan Proyek yang diproyeksi dapat mengairi pesawaan petani diempat kecamatan yang ada di Kabupaten Pangkep.

 

Dalam melakukan pengecekan langsung ke sejumlah proyek jaringan irigasi di Bidang Pembangunan irigasi Dinas PU Pangkep, terdapat sejumlah titik proyek  jaringan irigasi tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

 

"Semua hasil pekerjaan apa yang kita lihat tadi itu sangat memprihatinkan, seperti yang ada di Desa Tondong Kura, Desa Mangillu yang fhinishing yang kurang maksimum yang mungkin di benahi kembali. Dan irigasi yang kita lalui itu semua berhamburan," tegas Mustar, Sabtu (12/10/2019). 

 

Monitoring ini merupakan hari kelima yang dilakukan oleh TP4D Kejari Pangkep. Dari hasil monitoring kesembilan lokasi diempat Kecamatan, Jumat (11/10/2019), kemarin, khusus bidang pembangunan irigasi Dinas PU, terdapat beberapa titik yang dianggap mutunya tidak tepat. 

 

Termasuk dengan adanya beberapa irigasi yang retak yang penggunaan pasir yang tidak sesuai, dan pelesteran kurang rapih. “Dari hasil monitoring di lapangan, ada beberapa proyek yang terakhir kita lihat sangat fatal,” terangnya. 

 

Dirinya pun, merekomendasikan agar para konsultan pengawas, pihak penyedia untuk melakukan perbaikan dalam waktu dekat ini. Apabila rekomendasi ini tidak dilakukan perbaikan dalam kurun waktu yang ditentukan, agar tidak lakukan pencarian.

 

"Rekomendasi saya supaya konsultan pengawas pihak penyedia untuk dilakukan perbaikan dalam kurun waktu satu minggu. Apabila tidak dilakukan perbaikan dalam kurun waktu yang ditentukan untuk tidak dilakukan proses pencarian, dan kepada semua pihak agar tidak ikut dalam persiapan untuk pengajuan pencairan anggaran, yaitu agar tidak ikut-ikut dalam melakukan penandatanganan dokumen apapun itu bentuknya, dan saya sudah sampaikan untuk dalam waktu dekat ini, kita lakukan pemanggilan untuk menyampaikan langsung ke pihak pelaksana,” paparnya.

 

TP4D sendiri tujuannya untuk melakukan pengawalan pengamanan adalah, tepat mutu, tepat waktu, tepat sasaran. 

 

"Yang kita temukan sementara ini, adalah tidak tepat mutu karena beberapa visi pekerjaan TP4D itu menganggap pekerjaan di kerja tidak sesuai dengan apa yang tercantum dalam UUD," lanjutnya.

 

Peninjauan rehabilitasi irigasi ini dilakukan sembilan lokasi diempat kecamatan. Masing-masing, Tonasa 1 Kecamatan Balocci, Lamadingin dan Barabatu Kecamatan Labakkang, Tulu Are, Pabbicarae dan Tagari di Kecamatan Tondong Tallasa, sedangkan Mangilu dan Mangilu dalam serta Barajongae masuk Kecamatan Bungoro.

 

(Saharuddin/A)

 

 

 

loading...