Skip to main content

Tower Pendeteksi Angin Roboh, Ketua Oi Maros Meregang Nyawa

Ketua Oi Maros
Ketua Umum Ormas Oi Maros dan salah seorang rekannya meninggal akibat terjatuh dari tower. (KABAR.NEWS/ist)

 

KABAR.NEWS, MAROS - Kabar duka menyelimuti Organisasi Masyarakat (Ormas) Orang Indonesia atau Oi Kabupaten Maros. Sulaeman selaku Ketua Umum Ormas Oi Maros dan salah seorang rekannya Muhammad Kasby yang juga anggota Oi Maros dikabarkan meninggal dunia akibat terjatuh saat mengerjakan proyek perbaikan tower pendeteksi angin milik  PT. ARTA MEGA INDO, di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Rabu (14/8/2019). 

 

"Kami dapat kabar kalau keduanya kecelakaan kerja saat manjat tower tadi pagi di Jeneponto, keduanya terjatuh dari ketinggian 8 Meter," kata mantan Ketua Oi Maros, Ismail Nurdin. 


Baca juga: Pihak Sekolah Minta Polisi Usut Tuntas Robohnya Menara BTS XL Axiata


Ismail menambahakan, jenazah Kasby sudah dipulangkan ke kediamannya di Betang, Maros. Sedangkan Jenazah Suleman dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Bone."Jenasah sudah dipulangkan ke kediaman masing-masing, Mohon doanya untuk almarhum," tutup Ismail.


Sulaeman merupakan ketua terpilih Ormas Oi Maros periode 2019 - 2024. Almarhum baru saja terpilih bulan Maret lalu, sedangkan Kasby merupakan anggota OI Maros. Keduanya memang dikenal hobby olah raga panjat tebing.

 

Lokasi Tower
Lokasi Tower tempat korban terjatuh.(ist)

 

Sementara, Kepala Polres (Kapolres) Jeneponto, AKBP Hery Susanto mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait insiden rubuhnya tiang tower tersebut yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

 

"Kejadiannya sekira pukul 09.30 Wita, dimana  karyawan pekerja Perusahaan PT. ARTA MEGA INDO sebanyak lima orang ini sementara ingin menurunkan atau merobohkan tiang tower yang panjangnya sekitar 15 meter di karenakan Tiang Tower tersebut tidak bisa dioperasikan sebagai Pendeteksi angin/udara," ungkapnya melalui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, sesaat lalu.


Baca juga: Tower yang Disewa XL Axiata Roboh, 6 Siswa SD Jadi Korban


AKBP Hery menjelaskan, dua korban tersebut memanjat tower, sementara tiga rekannya menahan tower dengan cara mengikat tiang dari bawah dengan besi. Namun pengikat tiang tower itu terlepas hingga roboh ke tanah bersamaan dengan korban.

 

"Setelah tali tiang tower tersebut dilepaskan dimana tiba-tiba tiang tower roboh dan jatuh ke tanah setelah di cek, dua korban tersebut masih hidup namun sudah tak sadarkan diri, sehingga rekannya langsung membawa ke Puskesmas Bangkala dengan menggunakan sebuah mobil pekerjaan jenis Pick Up. Namun tak tertolong. Kami masih lakukan penyelidikan," imbuhnya.  

 

*Fahrul


 

 

loading...