Skip to main content

Tomas Bontoa: Kepemimpinan IYL sudah Terbukti

Tomas
Calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo bersama Tokoh Masyarakat Bontoala lakukan salam 4 jari.(IST)
 

KABAR.NEWS, Makassar - Tak menonjolkan pencitraan, itulah gaya kepemimpinan Ichsan Yasin Limpo (IYL) selama menjabat Bupati Gowa dua periode. 


Kerja nyata dan pengabdiannya tak diobral untuk sekadar mendapatkan puji-pujian. Ia seolah memberi pesan, biarlah rakyat yang menilai dan merasakannya. 


Terobosan dan sepak terjang IYL membangun sumber daya manusia, awalnya memang sempat dicibir. Tapi berkat komitmen dan keteguhan sikapnya untuk memberi yang terbaik bagi anak-cucu, manfaatnya kini mulai dirasakan oleh rakyat di kabupaten yang pernah dipimpinnya.


Pendidikan gratis yang benar-benar tanpa pungutan, bukan lagi mimpi atau khayalan warga di Gowa. Sejak Ichsan menerobos dan memangkas sistem yang “berbelit-belit”, pendidikan gratis kini sudah dirasakan mulai SD sampai SMA.


Satu rupiah pun, orang tua siswa tak mengeluarkan lagi demi setoran pungutan atau sumbangan di sekolah. Sebab, selama tujuh tahun terakhir, tidak ada lagi istilah pungutan atau sumbangan di sekolah yang bersumber dari kantong orang tua siswa. Semua ditanggung pemerintah kabupaten.


Karena itulah, kepemimpinan IYL terus dirindukan. Berkat ketegasan dan komitmennya, beban orang tua dan siswa semakin berkurang. Tidak ada lagi kekhawatiran atau anggapan bahwa sekolah itu mahal. Semua benar-benar gratis. Dan sekali lagi bukan sekadar pencitraan.


Keberhasilan IYL menerapkan pendidikan gratis di Gowa, bukan hanya diakui oleh warga di kabupaten ini. Tapi tokoh masyarakat dan pemuka agama yang berdomisili di daerah lain, ikut merasakan dampaknya. Salah satunya diutarakan, tokoh masyarakat Bontoa, Keluruhan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea Makassar, Ustas Patahuddin.


Imam Masjid di kelurahan ini, mengaku banyak tahu terobosan program IYL saat dirinya menjadi sopir taxi yang banyak beroperasi di Gowa. 


“Saya dulu sopir taxi. Dan sering beroperasi di Gowa. Dari situ saya banyak tahu bagaimana perhatian Pak Ichsan terhadap rakyatnya,” sebut Patahuddin saat bersilaturahmi dengan IYL.


Bukan hanya itu, pendidikan gratis yang di daerah lain masih sering dijumpai ada pungutan, sejak dulu tak berlaku lagi di Gowa. 


“Saya punya keluarga tinggal di Gowa. Dan mereka benar-benar merasakan tidak ada pungutan. Kenapa, karena beberapa keponakan saya itu sekolah di sana,” tambahnya.


Atas alasan itu pulalah, ia menyatakan dukungan, sekaligus siap menyosialisasikan pasangan Andi Mudzakkar (Cakka) ini, baik ke keluarganya, maupun ke masyarakat di Bontoe. Apalagi, ia juga adalah Ketua RW di kelurahan tersebut.


“Insya Allah Pak, kami tidak akan mempermalukan bapak di sini. Orang seperti bapak harus diberi kesempatan memimpin Sulsel,” katanya yang di akhir pertemuan ikut melakukan Salam Punggawa 4 jari bareng IYL.


Bukan hanya Patahuddin, tokoh masyarakat lainnya di Bontoa, yakni Haji Muchtar juga memberi dukungan ke pasangan IYL-Cakka. Penegasan sikapnya disampaikan saat menerima kunjungan adik kandung Syahrul Yasin Limpo, gubernur Sulsel itu.


Selain Ustadz Patahuddin dan Haji Muchtar, tokoh di Parangloe, Abu Bakar juga tak mau ketinggalan memberi dukungan. Saat dijenguk IYL di kediaman pribadinya, ia berkomitmen untuk menyolidkan warga dan rumpun keluarganya.


“Insya Allah Pak, secepatnya kita bergerak menyosialisasikan Pak Ichsan dan Pak Danny Pomanto. Doakan saya lekas sembuh,” papar Abu Bakar yang selama beberapa pekan terbaring sakit.