Skip to main content

Tolak Mafia Benih, Nurdin Abdullah: Jika Ketahuan Saya Coret, Tidak Boleh Masuk Sulsel

Pemprov Sulsel
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat saksikan penandatanganan kerjasama benih.

 

KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan Hortikultura (DKP-TPH) Sulsel melakukan penandatanganan kontrak kerjasama dengan perusahaan penyedia Bibit. 


Gubernur Sulawesi selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menegskan agar tidak ada lagi unsur mafia benih dibalik kerjasama tersebut. Apalagi terjadi konspirasi dalam pengadaan benih, seperti meminta-minta jatah.


Baca Juga:


"Saya tahu kalau ada itu permainan. Mulai hari ini siapa pun yang ketahuan melakukan, Insyaallah nanti saya coret dan tidak boleh lagi masuk di Sulawesi Selatan," tegas Nurdin Abdullah di Kantor Dinas Pertanian Pemprov Sulsel, Jalan Amirullah, Makassar.


Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengatakan tidak mau nama Pemprov Sulsel tercoreng hanya karena hal-hal seperti itu, yang menurunkan integritas. Hanya membuat susah para petani.


"Petani kita itu butuh barang bagus, butuh kualitas yang bagus, Saya ingin ciptakan pemerintahan transparan. Makanya pupuknya jangan dikurangi, kualitas bibitnya jangan sampai terkuras," pungkasnya.


Selain itu, pihaknya pun meminta pelibatan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Kepolisian, sehingga terkontrol dan menghindari kesalahpahaman serta bertanggungjawab.

  • Andi Khaerul

 

loading...