TNI Target 3 Hari Bersihkan Puing-puing RS Mitra Manakarra

- Perintah Kasad Andika

TNI Target 3 Hari Bersihkan Puing-puing RS Mitra Manakarra
Alat berat TNI AD diterjunkan membersihkan material bangunan RS Mitra Manakarra Mamuju yang rubuh diguncang gempa. (KABAR.NEWS/Darsil Yahya)






KABAR.NEWS, Mamuju - Personel TNI-AD dari Korem 142/Tatag melakukan pembersihan puing-puing Rumah Sakit (RS) Mitra Manakarra yang luluh lantah akibat dihantam gempa magnutido 6,2 pada Jumat (15/1/2021) dini hari pekan lalu. 

"Kegiatan yang laksanakan ini adalah upaya untuk membantu pemerintah Sulawesi Barat membersihkan puing-puing yang ada di sini sehingga nanti kita bisa gunakan lahannya untuk membuat atau membangun rumah sakit," kata Danrem 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan kepada awak media di area RS Mitra, Senin (25/1/2021) malam.


Alat berat atau excavator yang dikerahkan untuk membersihkan RS Mitra Manakarra ini merupakan alat yang didatangkan langsung dari Jakarta melalui arahan dari KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.


"Pengerahan alat berat dari Jakarta ini adalah perintah dari pimpinan bapak kepala staf angkatan darat memerintahkan kepada kepala pusat angkatan darat untuk mengirim alat berat untuk mempercepat normalisasi dan mengatasi permasalahan-permasalahan di sini terutama dalam membersihkan puing-puing sehingga bisa digunakan kembali untuk membangun rumah sakit baru," ucapnya. 


Dari pantaun KABAR.NEWS, di lokasi Rumah Sakit yang terletak di Jalan Pongtiku Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar ini hancur dan rata dengan tanah. 


TNI juga menargetkan proses evakuasi pembersihan puing-puing di Rumah Sakit Mitra Manakarra selama 3 hari bersamaan dengan proses pembersihan gedung-gedung fasilitas umum.


"Kegiatan lain yaitu di gereja kemudian ada beberapa tempat masyarakat yang segera akan dibersihkan karena yang rusak berat akan ditempati lagi untuk membangun rumah untuk masyakarat," terangnya. 


Selain itu, Ia juga mengaku bersama dengan 63 personel dari Batalyon Semi Konstruksi dikerahkan bekerja siang dan malam secara bergantian untuk melakukan proses pembersihan. Serta alat berat yang digunakan akan berada di Mamuju sampai kegiatan pembersihan material bangunan selesai. 


"Ini dikerjakan segera dan secepatnya bila perlu ini kami diberi target waktu besok (hari ini, red) harus selesai dan kemudian pindah lagi ketempat lain bersama-sama dengan alat berat yang datang dari PUPR dan juga alat berat yang datang dari Batalyon Zipur yang juga malam ini (tadi malam) melaksanakan kegiatan yang sama," tutur Firman.


Dia menambahkan bahwa semua bangunan akan dibersihkan dan diberi target sampai tanggal 15 juli 2021. Sehingga tidak ada lagi warga yang ada di tenda pengungsian, semuanya harus sudah kembali dan menempati rumahnya, baik yang rusak berat, rusak ringan maupun yang rusak sedang.


Perlu diketahui bersama bahwa Rumah Sakit Mitra yang terkena dampak bencana gempa bumi menewaskan 6 orang dan luka berat sebanyak 12 orang.


Penulis: Darsil Yahya/B