Skip to main content

Titik Api Muncul di Sejumlah Wilayah di Sulsel, ini Penjelasakan BMKG Makassar

BMKG IV Makassar
Citra Satelit Hotspot di Sulsel dari BMKG IV Makassar per Senin (21/10/2019) / Ist

KABAR.NEWS, Makassar - Kemarau panjang pada tahun 2019 ini tidak hanya memunculkan kekeringan. Namun juga kerentanan munculnya titik api di sejumlah wilayah, termasuk di beberapa titik di Sulawesi Selatan. 

 

Menerut Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Dwi Lestari Nur, titik api memang terlihat di berbagai daerah. 

 

Hal ini ditunjukkan oleh BMKG Makassar dengan menunjukkan gambar citra satelit yang menagkap sejumlah hotspot (titik panas) di berbagai wilayah 

 

“Hotspotnya terpantau di sebagian wilayah bone, maros dan gowa", terang Dwi saat berbincang dengan KABAR.NEWS, pada selasa (22/10/2019). 

 

Pada gambar citra satelit, menunjukkan persenan tingkat kepercayaan bahwa hotspot yang dipantau dari data satelit merupakan benar-benar kejadian kebakaran yang terjadi di lapangan. 

 

Semakin tinggi tingkat kepercayaan atau persentase maka semakin tinggi pula potensi bahwa hotspot tersebut adalah benar kebakaran lahan atau hutan yang terjadi.

 

Secara spesifik, BMKG Makassar tidak bisa memprediksi titik api yang tersebar di berbagai lokasi tersebut. Dwi memberikan penjelasan bahwa area pada permukaan bumi diwakili piksel citra satelit. 

 

Di mana sebuah piksel yang memiliki nilai temperatur di atas ambang batas (threshold) tertentu dari hasil interpretasi citra satelit, yang dapat digunakan sebagai indikasi kejadian kebakaran hutan dan lahan yang disebut hotspot. 

 

Katanya, hotspot memiliki koordinat yang terdiri dari lintang dan bujur. ”Artinya koordinat hotspot ini berupa titik dan tidak memiliki area (luasan), padahal kebakaran di lapangan memiliki luasan,” jelasnya. 

 

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa koordinat hotspot merupakan titik tengah dari piksel citra satelit. Jadi koordinat hotspot mewakili piksel, di mana piksel ini merupakan perwakilan area dipermukaan bumi. 

 

Contohnya lanjut Dwi, apabila suatu objek mempunyai ukuran luas asli 375 m x 375 m ditampilkan pada citra satelit dengan ukuran 1 piksel maka citra satelit tersebut mempunyai resolusi spasial 375 m. 

 

Saat ini hotspot yg umum digunakan adalah citra MODIS (Satelit Terra & Aqua) yg memiliki resolusi spasial 1 km, VIIRS (satelit Suomi NPP dan NOAA 20) memiliki resolusi spasial 375 m dan AHI (satelit Himawari-8). 

 

Hampir semua kebakaran luasnya lebih kecil dari luas resolusi spasialnya namun satelit tetap dapat mengidentifikasi kebakaran.

 

Dari contoh di atas, dapat disimpulkan posisi kebakaran dilapangan belum tentu tepat pada koordinat hotspot namun masih dalam area piksel. Kondisi atas adalah kondisi ideal, seperti lokasi kebakaran berada pada titik nadir dan terkoreksi geometrik, serta kondisi api tidak tertutup awan, asap tebal dan kanopi .

 

Jadi, menurut BMKG Makassar, benar ditemukan titik api di sejumlah wilayah di Sulsel dari citra satelit per tanggal 21 Oktober 2019 kemarin. Namun butuh pengecekan lokasi secara spesifik lokasi titik api yang muncul. 

 

 

(Fitria Nugrah Madani/CP/A)

 

 

 

loading...