Skip to main content

Tinjau Lokasi TMMD Kodim 1422 Maros,  Kemenhan: Medannya Luar Biasa Berat

Peninjauan perintisan jalan TMMD ke-104 Kodim 1422 Maros, oleh Kolonel Alex Batoek (kanan) bersama Komandan Kodim 1422 Maros Letkol Inf Farid Yudho (tengah).


KABAR.NEWS, Maros - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia melalui Analis Madya Bidang Lingkim Dit Bela Negara, Kolonel Alex Batoek mengunjungi lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1422 Maros,  di Desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kamis, (21/3/2019).


Dalam kunjungannya itu, Tim Kemenhan didampingi langsung oleh Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Farid Yudho.  Saat tiba di lokasi langsung melakukan peninjauan perintisan jalan, lokasi pembangunan Mandi Cucu Kakus (MCK) di Dusun Damma, Desa Bonto Matinggi. Serta berkunjung ke SMK Swasta HA Wasir Ali guna mensosialisasikan materi bela negara.


Baca Juga:


"Tadi kami sudah melihat langsung pengerjaan jalan dan juga MCK. Medannya luar biasa yah, karena sangat berat. Terus kami juga berkunjung untuk memberikan materi bela negara ke siswa di SMK ini. Materinya memang tidak beratlah, intinya kita mau mereka mencintai bangsa ini," kata Alex Batoek.


Selain itu, Alex juga menyempatkan berinteraksi dengan para siswa-siswi di SMK Swasta HA Wasir, dengan memberikan pengetahuan dasar mengenai nama pahlawan yang ada dilembaran mata uang Republik Indoensia.


" Ini kan uang selalu kita gunakan setiap hari, tapi apakah kita tahu, berapa ukuran lebarnya. Terus nama pahlawan atau tempat dalam gambarnya, ini semua yang kita coba bangkitkan," terangnya.


Dikesempatan yang sama Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Farid Yudho menjelaskan, jika saat ini pelaksanaan program TMMD yang sementara berlangsung  sudah mencapai 90 persen dari tahap perampungan.


Dalam kegiatan itu iya melibatkan 150 orang Prajurit TNI-Polri dan warga, untuk bekerja keras secara bersama  demi menyelesaikan tugas tepat waktu sampai pada penutupan di 26 Maret 2019 nantinya.


"Kita terus bekerja keras untuk menyelesaikan ini tepat waktu sampai penutupan. Makanya, sejak beberapa hari ini, tim kami bersama warga di sana bekerja bahkan sampai malam. Tapi kami sangat yakin pengerjaannya bisa selesai," jelas Letkol Inf Farid Yudho.


Farid Yudho juga menjelaskan, jika dalam pelaksanaan kegiatan TMMD ke 104 ini, tantangan terberat yang dihadapi yakni cuaca dan medan yang cukup berat. 


Dimana dalam satu  bulan terakhir proses pelaksanaan kegiatan,  hujan terus mengguyur wilayah pegunungan sehingga membuat pekerjaan sempat terkendala. Belum lagi, material yang harus diangkut hanya dengan menggunakan motor pengangkut gabah warga.


"Kita tahu bersama kalau cuaca di sana itu luar biasa, hujannya kadang seharian. Jelas ini sangat mengganggu tim kita yang bekerja di lapangan, terutama pengangkutan material yang tidak bisa diangkut pakai mobil. Harus menggunakan motor gabah warga saja," paparnya.

  • Asiz

 

loading...