TikTok Cash Diblokir, Member Asal Gowa Rugi Rp 23 Juta

Member kecewa dengan pemblokiran TikTok Cash dan uang terancam hilang.

TikTok Cash Diblokir, Member Asal Gowa Rugi Rp 23 Juta
Ilustrasi TikTok. (Foto: Internet)






KABAR.NEWS, Makassar - Member TikTok Cash harus menelan pil pahit setelah pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir aplikasi tersebut. Akibat pemblokiran aplikasi TikTok Cash ini banyak member mengaku menjadi korban dan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Seperti dialami member TikTok Cash bernama Nurhayati (37). Ia mengaku harus mengalami kerugian hingga Rp23 juta setelah situs menjanjikan uang setelah menonton video di platform TikTok Cash di blokir oleh Kominfo. 

Nurhayati menjelaskan awal mula jadi member di level karyawan dengan biaya top up atau pendaftaran Rp500 ribu dengan iming-iming pendapatan Rp20 ribu per hari. Dirinya kemudian top up lagi di level pemimpin dengan biaya pendafatara Rp1,6 juta dengan pendapatan Rp92 ribu per hari. 

Member TikTok Cash warga Gowa, Nurhayati. (Foto: KABAR.NEWS/Darsil Yahya)

Merasa ingin mendapatkan penghasilan lebih banyak lagi, Nurahayati top up lagi di level pengawas dengan biaya pendaftaran Rp5 juta dengan pendapatan Rp330 ribu per hari. Tak sampai sehari, ia kembali top up naik satu lagi satu tingkat level pengelola dengan biaya pendaftaran Rp16 juta dengan Rp1,2 juta perharinya.

"Satu bulan mungkin saya jalani level pengawas saya naik level sampai Rp16 juta top up-nya. Itu baru satu kali penarikan Rp6 juta sudah ada kejadian seperti ini (pemblokiran). Kalau dihitung totalnya sudah Rp23 juta uang saya," kata Nurhayati Kepada KABAR.NEWS, Jumat (12/2/2021).

Nurhayati mengaku baru tiga bulan menjadi member TikTok Cash. Ia mulai mendaftar sejak bulan Desember 2020. Perempuan berprofesi sebagai karyawan swasta ini heran dengan sikap pemerintah memblokir aplikasi TikTok Cash tersebut, padahal ia merasa terbantu mendapatkan penghasilan.

"Kami heran kenapa dianggap tindak penipuan padahal kita terbantukan dengan aplikasi ini (Tik Tok Cash). Ada pendapatan apalagi di masa pandemi begini," keluhnya.

Warga Bontotene, Kecematan Palangga, Kabupaten Gowa ini merasa kecewa dan terus memikirkan uangnya yang puluhan juta tersebut. Apalagi pihaknya mendapatkan informasi bahwa uang sudah ditransfer ke rekening aplikasi Tik Tok Cash tidak bakalan bisa kembali lagi. 

"Tidak ada pemberitahuannya (pengembalian modal), jadi yang namanya kecewa pasti kecewalah. Apalagi dipikir terus, tapi kita kuatkan hati saja karena mungkin rezeki sudah ada yang atur. Tapi kadang dipikir lagi," ucapnya.

Dia berharap agar modal para member Tik Tok Cash bisa dikembalikan. Sebab banyak member melalukan top up hingga puluhan juta bahkan hampir mencapai ratusan juta rupiah.

"Semoga modal kami bisa kembali kasian atau setidaknya pemerintah buka blokirnya agar kami bisa tarik modal kita kembali," tuturnya.

"Saya mungkin puluhan juta, tapi ada teman memberku modalnya hampir seratus juta karena semua keluarganya dia daftar dengan modal puluhan juta perorang," tandasnya.

Diberitan sebelumnya, Kominfo memblokir website TikTok Cash karena diduga melakukan transaksi elektronik yang melanggar hukum. Dan pihak yang melaporkan website ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

"Kominfo melakukan pemblokiran terhadap situs yang dimaksud (TikTok Cash) atas dasar permohonan dari lembaga yang sedang dipermasalahkan, dalam hal ini OJK. Mereka mengirimkan surat ke Kominfo tertanggal 10 Februari 2021," ujar Dedy.

Penulis: Darsil Yahya/A