Skip to main content

Tiga Oknum Anggota TNI dan Polri di Makassar Diangkut dari THM

a
Petugas gabungan saat melakukan razia di sejumlah THM di Kota Makassar, Minggu (17/2/2019). (KABAR.NEWS/Lodi Aprianto)

KABAR.NEWS, Makassar - Enam oknum anggota TNI dan Polri berhasil terjaring dalam operasi gabungan dari Polisi Militer Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU), Angkatan Darat (AD) dan Propam Polda Sulsel di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Makassar, Minggu (17/2/2019) dini hari.

 

Keenam oknum ini masing-masing, tiga orang dari TNI dan tiga orang dari Polri. Mereka diamankan saat sedang dalam pengaruh minuman keras atau mabuk, di tempat hiburan malam (THM) One UP, Jalan Pattimura dan THM Dunia Karaoke di Jalan Sumba, Kota Makassar.

 

Dari pantauan di lokasi, puluhan personel gabungan ini menyisir sejumlah THM di Kota Makassar. Seperti, Calypso, X-One, Mabua Cafe, Malibu, Barcode, Publiq, One UP, dan Dunia Karaoke. Sejumlah THM ini diduga atau terindikasi kerap dimasuki dan tongkrongan anggota TNI Polri.


a

Kepala Urusan Tahanan Militer POMAL, Kapten Guntur mengatakan, operasi gabungan ini dilakukan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) POMAL ke-73 serta sebagai operasi Gabtib dan Yustisi tahun 2019. Dan operasi ini menyasar anggota TNI Polri karena memang ada larangan untuk anggota TNI Polri untuk memasuki tempat-tempat hiburan malam (THM).

 

"Operasi ini dalam rangka HUT POMAL yang ke 73 yang puncaknya jatuh pada tanggal, 20 Februari 2019 mendatang.  Kemudian, operasi Gabtib dan Yustisi tahun 2019. Ini operasi sepanjang tahun dilakukan dengan hari-hari terpilih dan secara resmi telah dibuka," ucap Guntur usai melaksanakan razia.

 

Dia menerangkan, ada sembilan THM di Kota Makassar yang dilakukan razia. Sejumlah THM tersebut diduga dan terindikasi menjadi tempat nongkrong oknum anggota TNI Polri.

 

"Memang tidak semua THM dimasuki, termasuk itu juga sudah berdasarkan informasi petugas penyelidikan kriminal dan intelijen sehingga untuk efektifnya hanya THM terindikasi dan dicurigai adanya anggota di sana yang kita masuk dan yang lain-lain untuk sementara diabaikan,” tambah Guntur.

 

Sementara itu, untuk anggota yang  terjaring dalam razia tersebut telah diamankan di kesatuan masing-masing. Dan selanjutnya mereka akan dilakukan pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut.


Lodi Aprianto

 

loading...