Skip to main content

Tiga Gadis Tersangka Penista Agama Terancam Pasal Berlapis

Tersangka
IS, salah satu tersangka kasus dugaan penistaan agama.(ist)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Tiga remaja putri resmi ditetapkan tersangka kasus dugaan penistaan agama oleh pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar. Kasus itu terkait video memplesetkan bacaan doa berbuka puasa yang viral di media sosial (medsos).


Ketiga remaja putri tersebut yakni IS (16), NM (14), dan SV (15). Mereka diciduk polisi di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (18/5/2020) malam kemarin.


Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Agus Heru, mengatakan, ketiga pelaku kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar.


"Saya belum bisa memastikan apa motifnya karena pemeriksaannya belum tuntas. Sekarang ditangani Unit PPA karena semua pelaku masih di bawah umur. Yah sudah ditetapkan tersangka," jelasnya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/5/2020).

Kata,Kompol Agus Heru, ketiga gadis belasan tahun tersebut terancam dengan kurungan penjara di atas lima tahun. Dijerat dengan pasal tentang penistaan agama dan UU ITE.


"Pasal yang dikenakan itu 156 a KUHPidana tentang penistaan agama dan UU ITE ancaman di atas lima tahun penjara," pungkasnya.


Berita Terkait: Polisi Tangkap Empat Wanita di Makassar Terkait Penistaan Agama



Sebelumnya, aparat Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar bergerak cepat untuk mengamankan IS, seorang wanita yang dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama. Wanita berusia 16 tahun itu memplesetkan doa berbuka puasa dengan kata-kata yang tidak terpuji dan videonya vira di media sosial (medsos).


IS beserta rekannya diamankan polisi setelah dilaporkan oleh salah seorang warga yang geram atas perbuatannya.


Dalam video yang sudah tersebar di berbagai sosial media (sosmed) berdurasi 11 detik, nampak sang wanita sedang membaca doa berbuka puasa, namun memplesetkannya dengan bahasa tidak pantas.


Wanita itu menggunakan dialeg bahasa Makassar."Allhumma laka gandrang, waabika nyamanna gandrang, waala riskika open BO ma, 700," kata wanita tersebut dalam video, sambil mendesah.


Setelah videonya itu viral, muncul lah video sang wanita yang diketahui inisial IS (16) dengan permintaan maaf. Dalam video yang berdurasi 33 detik tersebut, IS mengaku tidak menyadari video plesetan yang dibuatnya bakal menjadi viral. Dia pun perjanji tidak akan mengulangi tindakannya tersebut. 

 

"Sekali lagi dengan rasa bersalah besar, saya meminta maaf kepada seluruh umat muslim dimanapun berada dan saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya di kemudian hari," kata IS dalam video yang diunggah Senin (18/5/2020).


Penulis : Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...