Skip to main content

THM Publiq Makassar Tak Aman, Sering Terjadi Perkelahian

Publiq Makassar
THM Publiq Makassar saat digerebek sejumlah aparat kepolisian, beberapa waktu lalu.(Kabara.News/ist)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Aksi kriminal kembali terjadi di tempat hiburan malam (THM) Publiq Dine and Wine, di Jalan Arief Rate, Makassar. Salah satu pengunjungnya yakni M Akbar dianiaya, Minggu (8/12/2019) dini hari tadi.


Kronologis kejadian berdasarkan keterangan korban, peristiwa terjadi sekitar pukul 04:00 WITA dinihari. Saat itu dia sudah keluar dari cafe bersama beberapa rekannya. Tiba-tiba datang pelaku melakukan penyerangan secara membabi-buta di parkiran. 


"Tidak ada masalah, dia langsung menyerang saya. Pelaku ini pengelola parkiran di sana, saya curiga orang di Publiq terlibat dengan bersekongkol dengan dia, karena setelah itu tiba-tiba pelaku menghilang dengan cepat," ujarnya kepada KABAR.NEWS. 


Korban dianiaya dengan cara dipukul pada bagian pelipis sebanyak empat kali. Korban tidak melawan karena tidak ingin memperkeruh keadaan di lokasi. 


"Saya serahkan masalah ini kepihak kepolisian, tentu harapan saya pelaku ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku," sambungnya.

Usai peristiwa tersebut, korban kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Ujung Pandang, dengan nomor laporan polisi STPL/152/XII/2019/Restabes MKS/Sektor UP. Adapun identitas pelaku saat ini sudah dikantongi pihak kepolisian. 


Aksi kriminal di area Publiq bukan kali ini saja. Hal serupa sudah sering kali terjadi. Hal tersebut tentu tidak lepas dari pihak pemilik yang tidak mempedulikan aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkait jam operasional. Yang penting untung, peraturan dilanggar.


Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 5 tahun 2011 tentang tanda daftar usaha pariwisata disebutkan pada pasal 33 bahwa waktu tutup jam operasi untuk usaha rumah bernyanyi, karoke, klub malam dan diskotik paling lambat pukul 02.00 wita.


Sementara di Publiq sendiri waktu operasional kerap melewati atau melampaui batas sebagaimana dalam aturan tersebut. Belum lagi lokasinya yang berada tepat di depan sekolah. Jelas hal itu sudah melanggar aturan. Pemerintah Kota Makassar pun seakan tutup mata.


•Andi Frandi/B

 

loading...