Skip to main content

TGB Harap Perbedaan Sikap Politik Jangan Dikaitkan Fatwa Agama

a

 

Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi saat menyampaikan kuliah umum di Kampus Uin Alauddin Makassar, 24 Maret 2018 lalu. (KABAR.NEWS/Arya Wicaksana)


KABAR.NEWS, Jakarta - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) atau Muhammad Zainul Majdi mengajak masyarakat untuk menghargai setiap sikap politik warga negara dengan tidak mengaitkannya dengan labelisasi kafir.

"Jangan memberi fatwa-fatwa keagamaan terhadap orang lain yang berbeda pilihan politik sebagai orang yang tidak muslim, bukan muslim yang kafah, tidak komit terhadap Islam, apalagi disebut munafik," kata TGB, dilansir dari Tempo.co, Sabtu (21/7/2018).

TGB dalam beberapa hari terakhir dicibir oleh sejumlah elite politik tanah air dengan cibir bernuansa SARA karena sikapnya mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Politisi Partai Demokrat itu melanjutkan, bahwa dinamika politik Indonesia merupakan proses yang bertujuan untuk berlomba - lomba dalam kebaikan atau dalam Islam disebut Fastabiqul Khairat.

Maka dari itu, kata TGB, pelabelan atau atribusi keagamaan terkait perbedaan sikap politik di tengah - tengah masyarakat Indonesia dapat merusak kebhinekaan.

"Jangan menganggap pilihan politik saya inilah yang lebih Islami, lebih baik, dan dicintai oleh Allah. Enggak ada yang tahu kita (kecuali Allah)," sambung Alumni Universitas Kairo Mesir ini.

Lebih jauh Gubernur NTB dua periode ini menekankan bahwa peran alim - ulama pada Pemilu 2019 mendatang diharap mampu mengikuti ajaran Nabi Muhammad, yang meliputi tiga hal, yaitu menyebarkan kabar gembira, memudahkan dan tidak mempersulit, serta berkolaborasi, bukan memecah belah.

"Itu pesan Rasul. Jadi siapa lagi yang lebih daripada Rasul yang akan kita pegang ajarannya dalam menyuarakan Islam?" tandas TGB.