Skip to main content

Terungkap, Ini Orang Tua Ketiga Bocah Korban Penyekapan di Makassar

polisi
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat ditemui di Mapolrestabes Makassar. (KABAR.NEWS/Lodi Aprianto)

KABAR.NEWS, Makassar - Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap tiga anak di salah satu rumah toko (Ruko) di Jalan Mirah Seruni, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (17/9/2018) lalu, kini memasuki babak baru. Sat Reskrim Polrestabes Makassar akhirnya mengantongi hasil pemeriksaan tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, pihaknya telah melakukan tes DNA terhadap enam orang yaitu, tersangka atas nama Meilania Detaly Dasilva alias Mey (31), ketiga korban berinisial AW (11), US (5) dan DV (2.5), serta dua orang dewasa yang mengaku orang tua dari anak ketiga (DV).

bocah

"Enam orang telah diperiksa tes DNA-nya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari laboratoriun Forensik cabang Makassar, anak pertama merupakan anak kandung biologis dari tersangka (M), sedangkan anak kedua dan ketiga bukan anak kandungnya," kata Wirdhanto saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Kamis (11/10/2018).

Dia menyebutkan, untuk anak ketiga atau si bungsu berinisial DV, merupakan anak kandung dari kedua orang dewasa yang mengaku sebagai orang tuanya. Sementara, untuk anak kedua berinisial US, sampai saat ini belum diketahui identitas orang tua kandungnya.

anak

"Anak kedua saat ini masih berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Makassar, untuk menginformasikan ke khalayak ramai berkaitan siapa orang tua kandungnya," tambahnya.

Wirdhanto menegaskan, dari hasil tes DNA ini, tidak mempengaruhi proses penyelidikan dalam kasus penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan oleh tersangka Memey. Hasil DNA hanya untuk mengetahui identitas untuk kedua orang tua para korban.

Diketahui, dalam kasus ini, ketiga bocah malang itu telah dititipkan di Rumah Aman P2TP2A Makassar di Jalan Anggrek. Bahkan dua diantaranya yaitu A dan U, telah disekolahkan di salah satu Sekolah Dasar di Jalan Toddopuli. Sementara, untuk tersangka Mey masih menjalani proses hukum di Mapolrestabes Makassar, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

  • Lodi Aprianto