Skip to main content

Terlibat Bentrokan di UIM, Satu Oknum Mahasiswa Ditangkap Polisi

mahasiswa
Pelaku penganiayaan saat diamankan di Mapolrestabes Makassar. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Peristiwa bentrokan dua kelompok mahasiswa di kampus Universitas Islam Makassar (UIM) berbuntut panjang. Salah seorang mahasiswa berinisial DP, asal Kabupaten Bone akhirnya diringkus polisi.

Oknum mahasiswa ini ditangkap karena diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap mahasiswa asal Palopo, Ilham Ramdona, yang mengalami luka sayatan parang pada bagian belakang sebelah kanan dan bagian kaki bawah lutut, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pelaku ditangkap berdasarkan laporan polisi terkait penganiayaan di kampus UIM. Sehingga, Jatanras Polrestabes Makassar langsung berkoordinasi dengan Unit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulsel untuk menangkap pelaku.

"Pelaku berhasil diamankan di rumahnya, di Jalan Poros Bone - Sinjai, tepatnya di Desa Lakykang, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone," kata Dicky Sondani, Jumat (9/11/2018) siang.

Sebelumnya, dua kelompok mahasiswa yang diduga berasal dari Kabupaten Bone tiba-tiba menyerang sekelompok mahasiswa asal Palopo, yang saat itu sementara nongkrong di belakang pos security kampus.

Karena jumlah mahasiswa Bone lebih banyak, sehingga membuat mahasiswa Palopo mundur dan melarikan diri. Namun nahas, korban Ramdona terlihat di kantin dan langsung dianiaya dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.

"Bentrokan ini hanya salah paham. Awalnya mahasiswa Bone kehilangan laptop, lalu melihat mirip laptopnya digunakan mahasiswa Palopo. Tapi kesalahpahaman ini sebenarnya telah diselesaikan. Namun, mahasiswa Bone tidak terima lalu melakukan penyerangan," terangnya.

Dicky menegaskan bahwa, personel gabungan saat ini masih mengejar pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan dan penganiayaan tersebut. Sementara, pelaku berinisial DP telah diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

  • Lodi Aprianto


loading...