Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Sulsel Simpatisan FPI

19 terduga teroris ditangkap Densus 88 Antiteror dipindahkan ke Mabes Polri.

Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Sulsel Simpatisan FPI
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam saat jumpa pers di Lanud Hasanuddin Makassar, Kamis (4/2/2021). (Foto: KABAR.NEWS/Reza Revaldy)






KABAR.NEWS, Makassar - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mendalami jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel, ternyata menguak fakta baru. Polisi menyebut hampir seluruh terduga teroris ditangkap Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteros merupakan simpatisan Front Pembela Islam (FPI).

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Pol Merdisyam mengatakan belasan tersangka teroris itu pernah melakukan deklarasi dukungan dan baiat kepada ISIS. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terkuak bahwa terduga teroris ditangkap merupakan simpatisan FPI.

"Kalau di sini dari hasil pemeriksaan yang ditangkap anggota dan simpatisan (FPI). Hampir semuanya simpatisan dan anggota FPI Makassar seperti pengakuan mereka sendiri," kata Merdisyam kepada wartawan di Lanud Hasanuddin Makassar, Kamis (4/2/2021).

Selain anggota atau simpatisan FPI, belasan terduga teroris ditangkap di Makassar merupakan keluarga dari Rulli Rian Zeke dan Ulfa Handayani. Sebagaimana diketahui Rulli Rian Zeke dan Ulfa Handayani adalah pasangan suami istri menjadi pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral di Filipina beberapa waktu lalu.

"Hampir keseluruhan warga Makassar yang kita tangkap di Villa Mutiara (keluarga Rulli dan Ulfa)," ucap. Merdisyam.

Sebelumnya diberitakan, terduga teroris jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel ditangkap Densus 88 Antiteror bersama Polda Sulsel, Rabu (6/1/2021) di lima lokasi berbeda.

Lima lokasi penangkapan itu berada di tiga kabupaten berbeda. Selain di perumahan Villa Mutiara Cluster Biru yang menyebabkan MR dan SA tewas, tim gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Polda Sulsel juga menangkap beberapa terduga teroris di Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Tiga lokasi penangkapan lainnya berada si Kecamatan Tallo Makassar, Kecamatan Somba Opu di Kabupaten Gowa, serta Desa Taulo, Kecamatan Alla di Kabupaten Enrekang.

Penulis: Reza Rivaldy/A