Skip to main content

Terbukti Korupsi, Bupati Buton Selatan Nonaktif Divonis 8 Tahun Penjara

KPK

 


KABAR.NEWS, Kendari - Bupati Buton Selatan Nonaktif, Agus Feisal Hidayat resmi menyandang sebagai terpidana setelah Pengadilan Tipikor Kendari memvonis 8 tahun penjara dan mencabut hal politiknya selama dua tahun karena kasus korupsi. 


Vonis dibacakan langsung oleh hakim Pengadilan Tipikor Kendari, Khusnul Khotimah, Kamis (21/2/2019).


Baca Juga:


"Terdakwa Agus Feisal Hidayat terbukti melakukan tindak pidana korupsi," kata Khusnul Khotimah dalam sidang dikutip dari detikcom.


Dalam amar putusan, Khusnul menyatakan Agus terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Kasus yang menjerat Agus berawal saat ia tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Mei 2018. 


Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 409 juta diduga sebagai suap dari pengerjaan rumah jabatan Wakil Bupati Busel tahap III dengan anggaran sebesar Rp 3 miliar. 


Selain hukuman 8 tahun penjara serta dicabut hak politiknya, majelis hakim menjatuhkan denda sebesar Rp 700 juta serta pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 372 juta kepada Agus.


Vonis yang ditetapkan oleh majelis hakim tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut bupati nonaktif penjara selama 10 tahun. 
 

 

loading...