Terapkan Protkes, Amir Uskara Sosialisasi 4 Pilar di Palangga Gowa

Ajak perkuat persatuan bangsa

Terapkan Protkes, Amir Uskara Sosialisasi 4 Pilar di Palangga Gowa
Sosialisasi 4 Pilar yang digelar Anggota DPR RI, Amir Uskara, di Palangga, Gowa.

KABAR.NEWS, Gowa - Anggota DPR-MPR RI, Amir Uskara memberikan Sosialisasi 4 (empat) Pilar Kebangsaan di Aula Pallantikan Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu (26/9/2020). 

Sosialisasi ini dilakukan Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut sebagai upaya agar masyarakat tidak melupakan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.


Sosialisasi 4 pilar kebangsaan dihadiri pengurus PPP, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh adat setempat. Tak lupa, kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19.


“Saya di sini ada tugas negara dan memang diwajibkan di dapil satu yakni tugas dari MPR RI untuk mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Amir Uskara di hadapan hadirin.


Selain menjalankan tugas sebagai Anggota DPR MPR RI untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, kedatangan legislator Senayan dua periode ini juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat di Kecamatan Pallangga yang juga basis perolehan suara saat Pemilu 2019.


“Tugas kami untuk mengingatkan warga agar jangan sampai melupakan Pancasila. Sosialisasi 4 pilar ini hukumnya wajib, dan ini adalah perintah negara. Saya datang ke sini tidak ada unsur politik. Nah, kalau berbicara konteks pilkada, saya ingatkan agar kita  jangan terpecah belah. Kedatangan saya di sini karena murni mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan,” tegasnya.


Selain Pancasila, pilar kedua yang disosialisasikan yakni UUD 1945 yang merupakan cikal bakal UUD RI, kemudian NKRI. Amir menekankan pentingya persatuan bangsa untuk menjaga keutuhan negara ini.


“Kita harus bersatu untuk menjaga NKRI mulai dari keluarga, tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Jangan sampai kita terpecah belah satu dengan yang lain,” ujar Amir.


"Kemudian Bhinneka Tunggal Ika, artinya berbeda boleh tetapi harus tetap satu. Satunya harus dipelihara jangan sampai terjadi perpecahan," tandas Amir.