Tensi Politik Meningkat, KPU - Bawaslu Torut diminta Hati-Hati

Termasuk TNI - Polri

Tensi Politik Meningkat, KPU - Bawaslu Torut diminta Hati-Hati
Rapat Koordinasi Kampanye Pemilu 2024 yang digelar KPU Torut di Toraja Heritage Hotel,Kamis (23/11/2023).(KABAR.NEWS/Ebi)

KABAR.NEWS, Rantepao - Penyelenggara Pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) diminta untuk berhati - hati di tengah tensi politik menjelang kampanye Pemilu 2024.


Itu disampaikan Sekretaris KPU Sulsel, Muh. Adnan Tahir saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Pelaksanaan tahapan Kampanye yang digelar KPU Toraja Utara (Torut) di Heritage Toraja Hotel, Kamis (23/11/2023).


Tidak hanya KPU dan Bawaslu, Adnan Tahir juga mengingatkan perwakilan Polres Torut, Dandim 1414 Tana Toraja, Badan kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Torut, perwakilan partai dan insan pada rakor tersebut.

"Di fase-fase saat ini, kita harus lebih berhati-hati karena kita tahu bahwa konstalasi politik mengalami peningkatan yang cukup membutuhkan perhatian agar kita lebih hati-hati," kata Adnan.


Sebelumnya, Adnan menyampaikan permintaan maaf karena ada beberapa kegiatan yang bertepatan sehingga komisioner KPU Sulsel tidak tak bisa menghadiri rakor KPU Torut. 


Selain itu, Adnan berharap keterlibatan media dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait larangan kampaye, apa yang dibolehkan dan tidak dibolehkan.  


"Dalam tahapan kampanya yang akan berlangsung ini, kita mengharapkan bisa bersama melaksanakan tahapan dengan baik, bersinergi bersama. Jangan mengambil resiko untuk menghadiri hal-hal yang tidak diinginkan," harap Adnan.


Ia menambahkan juga bahwa saat ini KPU pada proses pengadaan logistik tahap II, dimana KPU Sulsel telah mendistribusikan ke KPU Kabupaten/Kota terkait dengan pengadaan logistik pada pemilu tahun 2024.


Dalam rakor tersebut Adnan juga membawakan materi tentang penetapan lokasi kampanye dan rapat umum.


Sementara ketua KPU Torut, Jan Hery Pakan berharap dukungan dari semua pihak demi berjalanannya pemilu yang aman, sukses dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. 


Dalam kesempatan itu, Komisi penyiaran Indonesia (KPI), Riswansah Muchsin membawakan materi terkait penyiaran.


Penulis: Febry/B